Ilustrasi Ujian Nasional (sumber: langgam.id)

UN 2020 Dihapus, Ini Dua Opsi Penggantinya! Kamu Pilih yang Mana?

Jakarta, ELIPSIR MEDIA – Ujian Nasional (UN) 2020 resmi dihentikan lantaran pandemi Virus Corona, karenanya Kemendikbud berikan dua opsi penggantinya kepada tiap kepala sekolah.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim menjelaskan bahwa opsi pertama yang bisa diambil adalah melakukan uji kelulusan yang dibuat oleh tiap sekolah dengan mandiri.

Opsi yang pertama tidak mengharuskan siswa dan guru untuk bertatap muka, apalagi mengumpulkan siswa di kelas.

Ini berarti hal ini bisa dilakukan menggunakan media internet, atau daring (onliine).

“Itu opsi yang bisa ditentukan masing-masing sekolah. Artinya, sekolah bisa melakukan ujian sekolah, misalnya melalui online kalau mau atau dengan angka dari lima semester terakhir,” kata Nadiem, Rabu (25/3) kemarin, dilansir tim Elipsir Media dari Radar Tegal.

Ilustrasi Ujian Nasional (sumber: Radar Bandung)

Kemdikbud Tidak Paksa Siswa Capai Kurikulum

Lebih lanjut, Nadiem menjelaskan bahwa pemerintah tidak pernah memaksa sekolah untuk menuntaskan capaian kurikulum.

Hal ini diputuskan mengingat dampak buruk yang dibawa COVID-19 yang langsung mengganggu proses Belajar Mengajar dalam beberapa pekan.

“Kami tidak memaksa ujian sekolah harus mengukur ketuntasan capaian kurikulum sampai semester terakhir yang terdampak COVID-19,” ujarnya.

Ilustrasi Ujian Nasional (sumber: YouTube/KokBisa)

Siswa Diminta Tidak Khawatir

Nadiem Makarim dan jajarannya meminta kepada seluruh Siswa yang saat ini duduk di bangku kelas IX SMP sederajat dan XII SMA/K sederajat untuk tidak khawatir lantaran penghapusan UN 2020 ini.

BACA juga :  Berita Artis: Pandemi Covid-19, Cinta Laura Galang Dana Untuk Perempuan!

Kemdikbud memastikan agar setiap siswa dinyatakan lulus. Apabila gagal mengikuti UN, akan tetap mendapat Ijazah, hanya tidak tercantum nilai UN didalamnya.

“Jadi siswa tetap menerima ijazah, hanya saja enggak ada nilai UN-nya. Di ijazah tidak ada lagi nilai UN,” kata Kepala Badan Penelitian Pengembangan dan Perbukuan, Kemendikbud, Totok Suprayitno.

Lebih lanjut, Totok menjelaskan bahwa nantinya nilai yang tertulis di Ijazah hanya nilai kelulusan yang ditentukan oleh sekolah.

“Ijazah berdasarkan nilai kelulusan yang ditentukan sekolah,” ujarnya.

Ilustrasi Ujian Nasional (sumber: Detik)

Opsi Kedua yang Bisa Diambil

Totok kemudian menjelaskan bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayan (Permendikbud) Nomor 43/2019 tentang Ujian diselenggarakan sekolah dan Ujian Nasional (UN), Ujian Sekolah diserahkan sepenuhnya ke sekolah.

Karena hal ini, setiap sekolah memiliki kebebasan untuk memberikan penilaian.

“Permendikbud tentang Ujian Sekolah artinya luas, bisa tertulis, portofolio, nilai-nilai rapor akademik, nonakademik, serta portofolio prestasi penghargaan siswa dan lain-lainya,” tuturnya.

Soal opsi pertama yang diberikan oleh pihak kementerian, Totok menjelaskan bahwa hal itu adalah opsi yang dilakukan ditengah kondisi darurat COVID-19.

Apabila sekolah tidak mampu secara infrastruktur dan SDM, maka opsi kedua adalah tidak menyelenggarakan hal itu.

“Jadi Ujian Sekolah online ini diperuntukkan bagi sekolah yang betul-betul siap. Jadi enggak perlu dipaksakan, kalau enggak siap ya enggak usah US,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tak Tanggung, Kota Tegal Semprot Disinfektan Pakai Mobil Damkar!

Ilustrasi Kriminal (sumber: Palapa News)

Akankah Virus Corona COVID-19 Jadi Alasan Tingginya Kriminalitas? Yuk Dibaca!