Tegal, ELIPSIR MEDIA – Local Lockdown yang dilaksanakan di Kota Tegal atas dasar perintah Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriono terpaksa dicabut. Hal itu dilakukan pasca terbitnya Peratuturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020. Kebijakan Local Lockdown tersebut dianggap bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang ada. Terkait hal ini, Ketua DPRD, Kusnendro mengatakan bahwa pemberlakuan UU No. 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dianggap sudah lengkap. Di pasal 60 menyebut agar diperkuat melalui PP sudah dilaksanakan dengan diterbitkannya PP No. 21/2020. “Dengan terbitnya PP itu, maka pemberlakukan UU nomor 6/2018 sudah lengkap,” ungkap Kusnendro, dilansri tim Elipsir Media dari Radar Tegal, Jumat (3/4/2020). [caption id="attachment_24059" align="aligncenter" width="1280"] Penerapan Isolasi Wilayah Kota

Tegal, ELIPSIR MEDIA – Tim Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Tegal terus memperketat pengawasan terhadap penerapan Social Distancing di semua tempat umum. Hal ini dilakukan mengikuti diterapkannya isolasi wilayah dengan menutup semua akses keluar masuk menuju pusat kota. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tegal dr Sri Primawati Indraswari mengatakan bahwa ditingkatnya upaya pengawasan Social Distancing akan terus difokuskan ke seluruh tempat umum. Pemusatan ini dilakukan di antara pusat perbelanjaan, mal, pasar, tradisional, terminal, stasiun, hingga sejumlah titik yang berpotensi menimbulkan kerumunan. “Dalam pengawasan social distancing, tim gabungan BPBD, Dinkes, Polres, Kodim, hingga Kesbangpol mengedukasi masyarakat untuk meminimalisasi kegiatan di luar rumah dan ke tempat ramai umum,”

Tegal, ELIPSIR MEDIA – Terkait persebaran virus corona yang terus menggila, masih ada saja beberapa masyarakat di Kabupaten Tegal yang nekat menggelar acara pesta pernikahan. Padahal, sebenarnya acara yang dapat mengumpulkan massa banyak itu sudah dilarang oleh pihak berwajib. Sepertinya Kementerian Agama (Kemenag) masih belum memberikan larangan tegas kepada masyarakat terkait menggelar acara tersebut. “Kemenag belum tegas kaitan penyelenggaraan pernikahan. Banyak hajatan pernikahan diselenggarakan dengan alasan diperbolehkan Kantor Urusan Agama (KUA),” kata Anggota DPRD Kabupaten Tegal M. Khuzaeni, Minggu (29/3), dilansir tim Elipsir Media dari Radar Tegal. [caption id="attachment_24049" align="aligncenter" width="750"] Ilustrasi Pernikahan (sumber: Google)[/caption] Harus Dilarang Pria yang akrab disapa Jeni itu mengatakan bahwa sebenarnya pesta pernikahan ini

Tegal, ELIPSIR MEDIA – Seolah tak henti-hentinya dicobai, Gudang Pertannian di Jl Tuwel-Guci, Desa Tuwel, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal kini malah terbakar ditengah pandemi Covid-19. Meski tak ada korban jiwa yang diakibatkan dari aksi ‘si jago merah’ dalam peristiwa ini, kerugian yang dihasilkan bukanlah perkara kecil. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun tim Elipsir Media, kebakaran ini terjadi pada pukul 13.25 WIB, Kamis (26/3/2020) siang kemarin. [caption id="attachment_23478" align="aligncenter" width="685"] Ilustrasi Kebakaran (sumber: istimewa)[/caption] Kronologi Kejadian Saat kejadian, ada warga yang melihat kepulan asap dan api yang keluar dari atap gudang. Warga langsung bergegeas memadamkan api dengan peralatan seadanya. Tetapi, api tak ingin kalah. Gas yang suka dengan Oksigen itu

Tegal, ELIPSIR MEDIA – Muncul banyak berita di media soal Kota Tegal yang akan memberlakukan Lockdown mulai Senin (30/3/2020) mendatang. Bahkan menurut kabar yang beredar pula, Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal menyiapkan Beton MCB yang akan membatasi wilayah tersebut. Apakah memang demikian yang akan dilakukan? Apakah dengan status Lockdown yang ditetapkan untuk kota bahari tersebut, tidak ada yang boleh keluar rumah? Supaya tidak terjadi kesimpang-siuran informasi, mari kita bahas ini lebih dalam. [caption id="attachment_24007" align="aligncenter" width="620"] Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriono (sumber: Radar Tegal)[/caption] Tegal Lockdown Ungkapan ini pertama kali disampaikan oleh Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriono, Kamis (26/3/2020) malam. Hal ini dirinya lontarkan lantaran ada salah satu warganya

Tegal, ELIPSIR MEDIA – Wali Kota Tegal telah menetapkan dengan kukuh bahwa Kota Tegal dinyatakan darurat Virus Corona COVID-19. Hal ini dibuat menyusul diumumkannya bahwa ada satu pasien yang dinyatakan Positif Virus Corona. “Lebih Baik Saya Dibenci” Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriono sempat mengatakan bahwa lebih baik mati ekonomi daripada harus mengorbankan seseorang terjerambab di Virus Corona ini. Kini, Dedy mengeluarkan statement lain yang patut diacungi jempol. Dirinya mengatakan bahwa lebih baik dirinya dibenci, daripada ada korban yang dihasilkan. Bukan tanpa alasan, hal ini berarti dirinya dan jajaran Pemerintah Kota Tegal siap melakukan tindakan apapun dalam rangka mengakhiri pandemi Virus Corona, walaupun ada banyak seruan yang menolaknya. “Ini

Tegal, ELIPSIR MEDIA – Pemerintah Kota Tegal akhirnya menetapkan Kota Tegal sebagai zona merah Virus Corona (COVID-19). Hal itu ditetapkan seusai rapat bersama Tim Gugus Penanganan COVID-19 dan Forkommponda, Kamis (26/3/2020) sore. Terkait hal ini, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriono mengatakan bahwa Pemkot Tegal juga telah melakukan rapat dalam rangka menentukan langkah untuk menyikapi COVID-19. Hasilnya, semua peserta rapat sepakat untuk mengubah status Kota Tegal yang semula kuning menjadi merah. “Tadi malam kita sudah umumkan, kalau ada warga yang sudah terkonfirmasi positif. Sehingga rapat hari ini semua sepakat kita zona merah,” ungkap Dedy, dilansi tim Elipsir Media dari Radar Tegal, Kamis (26/3/2020). [caption id="attachment_23941" align="aligncenter" width="640"] Ilustrasi

Tegal, ELIPSIR MEDIA – Satu Pasien dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat di Tegal untuk kasus Virus Corona COVID-19 dinyatakan meninggal, Senin (23/3/2020) malam kemarin, sekitar pukul 24.00 WIB. Ketua Tim Satuan Tugas COVID-19 Kota Tegal, Johardi mengatakan bahwa pasien yang meninggal dunia berjenis kelamin laki-laki. Pasien yang berusia 77 tahun itu dirawat di RSI Harapan Anda Kota Tegal selama tiga hari, sebelum akhirnya meninggal dunia. “Betul, ada satu yang meninggal tadi malam. Kalau masuk tiga hari lalu,” ungkap Johardi, dilansir Tim Elipsir Media dari Radar Tegal, Kamis (26/3/2020). [caption id="attachment_23343" align="aligncenter" width="720"] Pasien Virus Corona dapat melahirkan bayi dengan sehat (sumber: Warta Ekonomi)[/caption] Belum Diketahui Statusnya Kendati sudah berpulang,

Tegal, ELIPSIR MEDIA – Pemerintah Kota Tegal putuskan untuk semprot beberapa titik yang kerap dijadikan lokasi berkumpul warga, Kamis (26/3/2020). Tak tanggung, Pemkot memilih menggunakan tiga unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk menyemprotkan cairan disinfektan. Sejumlah anggota TNI dari Kodim 0712/Tegal dan Sat Binmas Polres Kota Tegal juga turut membantu petugas Damkar dan Satpol PP dalam melakukan penyemprotan ini. Beberapa lokasi yang disemprot adalah Alun-alun Tegal, GOR Wisanggeni, Pasar Pagi, Balai Kota Lama (Komplek DPRD Kota Tegal), dan masih ada titik-titik lainnya. Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriono menjelaskan bahwa Pemkot Tegal melakukan ini demi mencegah penyebaran Virus Corona COVID-19. Hal itu dilakukan setelah ada seorang warga yang

Tegal, ELIPSIR MEDIA – Pemerintah Kota Tegal akhirnya menerapkan Local Lockdown di wilayahnya. Bahkan Pemkot juga mematikan beberapa lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di beberapa titik. Karenanya, sejumlah titik di pusat kota Tegal menjadi gelap gulita. Sejumlah PJU di kawasan jalan protokol yang dipadamkan diantaranya di seputar Alun-alun, Jl Pancasila, Jl RA Kartini, Jl Werkudoro, Jl KS Tubun, dan jalan-jalan di jantung kota. Pemadaman ini dilakukan sejak pukul 18.00 hingga pukul 24.00 WIB. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tegal, Johardi mengatakan bahwa Local Lockdown ini diberlakukan guna menekan persebaran Virus Corona. Ditambah masyarakat masih nekat berkumpul kendati sudah mendapatkan imbauan untuk melakukan social distancing. “Karenanya kita berlakukan local lockdown. Kebijakan