Tegal, ELIPSIR MEDIA – Local Lockdown yang dilaksanakan di Kota Tegal atas dasar perintah Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriono terpaksa dicabut. Hal itu dilakukan pasca terbitnya Peratuturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020. Kebijakan Local Lockdown tersebut dianggap bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang ada. Terkait hal ini, Ketua DPRD, Kusnendro mengatakan bahwa pemberlakuan UU No. 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dianggap sudah lengkap. Di pasal 60 menyebut agar diperkuat melalui PP sudah dilaksanakan dengan diterbitkannya PP No. 21/2020. “Dengan terbitnya PP itu, maka pemberlakukan UU nomor 6/2018 sudah lengkap,” ungkap Kusnendro, dilansri tim Elipsir Media dari Radar Tegal, Jumat (3/4/2020). [caption id="attachment_24059" align="aligncenter" width="1280"] Penerapan Isolasi Wilayah Kota

Tegal, ELIPSIR MEDIA – Pemerintah Kota Tegal akhirnya menetapkan Kota Tegal sebagai zona merah Virus Corona (COVID-19). Hal itu ditetapkan seusai rapat bersama Tim Gugus Penanganan COVID-19 dan Forkommponda, Kamis (26/3/2020) sore. Terkait hal ini, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriono mengatakan bahwa Pemkot Tegal juga telah melakukan rapat dalam rangka menentukan langkah untuk menyikapi COVID-19. Hasilnya, semua peserta rapat sepakat untuk mengubah status Kota Tegal yang semula kuning menjadi merah. “Tadi malam kita sudah umumkan, kalau ada warga yang sudah terkonfirmasi positif. Sehingga rapat hari ini semua sepakat kita zona merah,” ungkap Dedy, dilansi tim Elipsir Media dari Radar Tegal, Kamis (26/3/2020). [caption id="attachment_23941" align="aligncenter" width="640"] Ilustrasi