Walau Wildan tidak pulang, Sekar tidak kaget. Paling-paling tidur di kontrakan Lilik. Kemarin Sekar sudah menyelidiki keberadaan Lilik. Rumah yang dimaksud Nunung. Secara kebetulan Lilik keluar rumah. Bahkan Sekar bisa ngobrol dengan Lilik, pura-pura tanya alamat. Lilik selalu menjilat bibir ...

Setelah Nunung pulang, Sekar melanjutkan kegiatannya menyiram bunganya. Dia tersenyum-senyum sendiri. Teringat Galang. Galang yang telah membelikan semua tanaman hias tersebut. Galang yang paham betul kesukaannya. Hobinya menanam bunga. Sekar mengamati bunga-bunga itu. Ungu, kuning, merah, putih, orange. Yang biru ...

Tentu saja tidak! Rasa sakit hati Sekar selama ini telah mengikis habis rasa cintanya terhadap Wildan. Hari ini Sekar tidak masak. Untuk sarapan, ia beli di warung sebelah. Tiga bungkus dan beberapa gorengan. Adit yang sudah selesai mandi disuruh untuk ...

“Ayah mau kemana?” Tanya Adit bingung. “Ayah ada tugas di luar kota. Jadi akan menginap disana.” Buru-buru Sekar menjawab pertanyaan anak semata wayangnya. “Betul! Mau naik pangkat. Jadi kuliah lagi.” Timpal Laras. “Oh, begitu? Selamat ya, Ayah!” Kata Adit sambil ...

“Kenapa, bu?” Tanya Wildan. “Apa yang kamu katakan tadi? Kamu akan menikah siri?” Tanya Laras tegas. “Itu… Kalau Sekar mengijinkan.” Kata Wildan pelan. “Aku nggak  akan mengijinkan!” Kata Sekar tegas. “Ya udah. Nggak jadi.” Kata Wildan, berjalan menuju kamar. “Jangan ...

Galang ingin memastikan, apakah Sekar mau bercerai dengan suaminya atau tidak. Itulah tujuan utama Galang mengajak Sekar makan-makan. Tapi, ternyata Sekar tidak berminat membicarakan itu. Mau tidak mau Galang harus mengikuti keinginan Sekar. Paling tidak kalau sudah tahu Sekar akan ...

Udara terasa panas. Langitpun cerah. Debu-debu berterbangan, terhembus angin mengajak serta daun-daun kering yang gugur dari pohonnya. Sekar yang sedang menjaga toko mengamati plastik-plastik kecil beserta dedaunan tersebut seakan berkejaran. Sebenarnya rasa kantuk menghinggapi dirinya. Namun Sekar bertahan tidak akan ...

Sekar sedang menyetrika di ruang tengah ketika Wildan pulang dari bermain bulutangkis. Dia langsung duduk di pintu samping sambil melepas sepatu lalu dilemparkan begitu saja. Wildan buru-buru mengambil HP dari tasnya. “Hmmm! Cantik nian ini cewek.” Kata Wildan sambil mengerling ...