Sekar sedang menyetrika di ruang tengah ketika Wildan pulang dari bermain bulutangkis. Dia langsung duduk di pintu samping sambil melepas sepatu lalu dilemparkan begitu saja. Wildan buru-buru mengambil HP dari tasnya. “Hmmm! Cantik nian ini cewek." Kata Wildan sambil mengerling ke Sekar. Sekar hanya diam, pura-pura tidak mendengar perkataan Wildan. “Namanya Lili. Dia minta aku nikahi. Hmmm! Kamu mengijinkan aku menikah lagi, kan?” Sekar bermaksud menjawab tapi HP nya tiba-tiba berdering. Ada telepon masuk. Sekar mematikan setrikanya dan menerima telpon. “Hallo! Assalamualaikum. Niken? Ada apa, nih?” “Menurut agama kalau istri mengijinkan suami menikah lagi akan mendapatkan surga. Enak, kan?” Kata Wildan. Sekar memberi isyarat pada Wildan agar diam dulu. Karena

“Halooo! Masih ingat aku?” Tanya salah satu dari perempuan itu. “Siapa, ya?” Sekar berusaha keras mengingat-ingat. “Masa lupa? Dulu kita sebangku.” Kata perempuan itu sambil memeluk Sekar. “Niken!” Teriak Sekar, setelah berusaha keras mengingat-ingat. “Berapa tahun kita nggak ketemu? Lima belas tahun, ya?” “Iya, lima belas tahun. Ini siapa aja? Hayo tebak!” Tanya Niken sambil menunjuk ketiga temannya. Sekar menatap lekat-lekat mereka sambil mengingat-ingat. “Ini Cindy. Ini Hendra!” Kata Niken membantu Sekar mengingat teman-teman SMA nya itu. “Dan

Sekar adalah sosok yang introvert, penyendiri, pelamun dan susah terbuka kepada orang lain. Ia merasa tidak nyaman kalau orang lain tahu rahasia hidupnya. Walau rahasia itu sudah menjadi "rahasia umum". Ia berpikir ada bagusnya menyimpan aib dan menjaga privasi diri namun ada kekurangannya juga. Memendam masalah seorang diri dapat menimbulkan sesak di dada dan lama-lama menjadi penyakit. Namun Sekar punya strategi mengatasi itu. Secara berlahan Sekar membuka buku dihadapannya dan membuat catatan. Kekurangan : playboy, pelit, egois, malas, tak perduli pada keluarga. Kelebihan :

Sekar berniat menyelidiki perempuan yang bernama Indah. Hari itu hari Minggu. Namun tidak ada kata libur bagi pemilik toko ‘sembako”. Terkesan tidak sengaja, dari kulakan mampir ke rumah Rini. Teman akrabnya yang jadi guru dan kebetulan mengajar satu sekolah bersama Wildan. Dari Rini, Sekar mendapatkan keterangan mengenai Indah. Guru wiyata bakti yang baru tiga bulan magang di sekolahnya. Dari Rini pula Sekar mendapatkan ancer-ancer rumah Indah. Untuk sementara Sekar belum berniat menemui Indah. --- Sekar menjaga toko sambil mendengarkan musik nostalgia dari hpnya. Lagu terhenti sesaat. Itu tandanya ada WA masuk. Ternyata dari Rini. Dia mengirimkan screenshot status Indah. "Mengapa kita harus jumpa disaat kita sudah memiliki

“Maksud Ibu, aku meminta duit secara paksa?” Tanya Sekar tak mengerti. “Bukan itu. Kamu harus menghapus keinginan untuk minta uang pada suamimu.” Sekar tertegun. Belum memahami maksud ibunya. Laras tersenyum, “Kamu harus mandiri. Jangan hanya berpangku tangan.” “Tapi bagaimana caranya, Bu? Aku kan disuruh keluar kerja sama mas Wildan.” Sekar bingung. “Bekerja itu tidak harus di kantoran. Kamu bisa jualan?" Kata Laras sambil tersenyum lagi. “Iya ya, Bu.” Sekar mulai mengerti jalan pikiran ibunya. “Kamu masih punya tabungan?” Tanya Laras. “Ada sedikit, Bu. Tapi tabungan ini buat kebutuhan sehari-hari kita. Ibu tahu sendiri bagaimana sikap mas Wildan,” kata Sekar. “Ibu ada sedikit perhiasan. Bisa kamu jual untuk modal usahamu,” kata Laras sambil tersenyum. “Iya,

Sepasang suami istri akan saling mendukung, saling menyayangi dan saling menghargai. Itu yang Sekar tahu. Tapi kenyataannya tidak seperti itu yang ia alami. Dia merasa pincang. Antara kaki kanan dan kaki kiri panjang sebelah, tidak seimbang. Biasanya suami mencari nafkah dan istri yang mengelola keuangan. Tapi Wildan, suaminya tidak begitu. Ia memang bekerja tapi uangnya dipegang sendiri. Sedangkan semua kebutuhan ia "comot" di rumah. Yang lebih aneh lagi, ia selalu mengungkit-ungkit bahwa tugas istri adalah menyiapkan makan dan mengerjakan semua pekerjaan rumah. Hingga akhirnya Sekar merasa dialah yang menafkahi suaminya. Sudah berkali-kali dia mengingkatkan suaminya agar menafkahi dirinya sebagai istri. Namun Wildan malah marah besar,

Cerita "Layangan Putus" menyita perhatian netizen, karena ceritanya yang sedih dan akhir yang dramatis. Tentang seorang istri yang tanpa sepengetahuan dirinya, dipoligami oleh suaminya. Kemudian memutuskan untuk bercerai setelah 8 tahun menikah. Trending di lini masa twitter dengan tagar #layanganputus, dan memunculkan reaksi yang beragam, Layangan Putus adalah realita dan kisah nyata yang dialami oleh pemilik akun Facebook Mommy Asf. Kebanyakan dari mereka merasa takut untuk menjalin komitmen dengan pria melalui ikatan pernikahan, karena takut dikhianati dan ditikam dari belakang. Faizah, Alvin : Even Before this #layanganputus trend, the idea of marriage is scary enough. But now, I'm more scared than ever (Bahkan sebelum #layanganputus

Helva terus berjalan, melenggang seperti sang bulan menapaki orbitnya. Menapak di pematang sawah yang masih basah dan licin. Aku mempercepat langkah dan hampir tergelincir. Tanaman padi yang masih prematur, mungkin berusia sekitar 2 atau 3 minggu, hijau dan rapuh menjadi pemandangan yang sedap. Aku menatap sekeliling. Indah nian. Sawah-sawah dengan pembatas pematang seperti lukisan Afandi saat sedang tidak mood. Udara sore itu juga segar, sesegar es kelapa kopyor ketika disantap bulat-bulat. Dan bukan dikalengin. Di ujung sawah, pohon-pohon besar menjulang, angkuh. Teduh sekaligus angker. Curug Kembar ada di dalam hutan yang dipenuhi dengan pohon-pohon besar itu. Aku kian dekat dengan Helva. Di belakangnya persis. Kulihat tubuhnya. Proporsional.