Adu Jotos PNS

PNS Adu Jotos Hanya Karena Ditegur! Ini Kronologi Lengkapnya!

Dua PNS yang berasal dari Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan terlibat adu jotos hanya karena masalah tidur siang yang tidak pada tempatnya. Terkait hal ini, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Maros, Agustam meminta secara khusus masalah itu diselesaikan secara kekeluargaan.

“Terkait hal itu sebaiknya permasalahan seperti ini kan, sebaiknya ditangani secara berjenjang dulu melalui atasan langsung, maupun pimpinan OPD-nya (organisasi perangkat daerah)” kata Agustam, Selasa (29/10/2019) dilansir dari detikcom.

Terkait adanya perkelahian antar Pegawai Negeri Sipil ini, Agustam mengaku pihaknya belum mengetahui alasan terjadinya permasalahan ini. Dirinya mengatakan bahwa saat terjadi perkelahian tersebut, Agustam sedang berada di Makassar untuk menghadiri rapat.

Agustam kemudian mengatakan bahwa seharusnya permasalahan ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan, tanpa harus diseretnya masalah jotos-jotosan ini ke ranah hukum.

“Istilahnya kan mereka satu keluarga. Ada mungkin kakak tertua, ada mungkin jadi orang tua, mustinya diselesaikan secara internal dulu lah kalau memungkinkan,” kata dia

“Tapi terus terang saya belum tahu akar masalahnya apa ini. Harapan kita diselesaikan secara kekeluargaan, makanya mediasi itu melalui atasan langsung,” imbuhnya.

Kronologi Adu Jotos PNS

Dua Pegawai Negeri Sipil yang terlibat perkelahian itu berasal dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Maros. Keduanya bernama Mahmud dan Jumaintan.

Jumaintan mengaku bahwa kasus tersebut sudah akan segera diurus oleh pihak Satpol PP dan penegak hukum yang berwajib. Jumaintan berharap bahwa ASN yang terlibat perkelahian dengan dirinya untuk mendapat hukuman tegas.

“Saya maunya dihukum orangnya. Saya sudah jelaskan ke Satpol PP,” sebutnya.

Mahmud, ASN yang adu jotos dengan Jumaintan mengatakan bahwa awalnya dirinya menegur Jumaintan karena Jumaintan ingin masuk ke gudang yang hendak dirinya kunci.

“Saya tegur karena dia mau masuk ke dalam gudang dan gudang saya kunci,” kata Mahmud.

Karena mendapat teguran sekaligus larangan masuk itu, Jumaintan mengatakan bahwa dirinya langsung naik darah dan menyerang Mahmud. Bahkan Jumaintan sebelumnya sudah menantanag untuk berduel dengan Mahmud.

“Dia bilang ke saya, biar laki laki saya tidak takut. Lalu dia tinju perut saya,” kata dia.

“Lalu saya refleks dorong atau tinju juga bagian perutnya. Saya kurang tahu juga karena refleks saat itu,” imbuhnya.

Eden Pemalang

D.O.P / Travel Filmmaker

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *