Odong Odong Larang

Pernah Kecelakaan, Pemprov DKI Jakarta Larang Odong-Odong Beroperasi!

Pemerintah Provinsi Daerah Ibu Kota (DKI) Jakarta sedang dalam upaya untuk menertibkan pengguna jalan, termasuk odong-odong. Tak hanya odong-odong yang berbentuk mobil, Pemprov DKI juga turut larang odong-odong yang menggunakan sepeda.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputno mengatakan bahwa yang ditertibkan adalah semua kendaraan yang mengangkut orang. Hal ini berarti Dinas Perhubungan juga larang Odong-Odong beroperasi.

“Semuanya yang digunakan untuk mengangkut orang,” ujar Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo kepada wartawan di sela acara Jakarta Langit Biru, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (22/10/2019) dilansir dari detikcom.

Syafrin kemudian menekankan bahwa odong-odong dilarang beroperasi karena tidak memenuhi persyaratan teknis. Hal itu rupanya sudah sesuai dengan peraturan pemerintah ataupun peraturan pemerintah daerah yang berlaku.

“Jadi gini odong-odong kan sesuai UU 22 tahun 2009 kemudian PP 55, PP 74 kemudian perda 5 tahun 2014 itu tidak diperbolehkan. Dalam UU 12 tiap kendaraan bermotor yang dioperasionalkan di jalan wajib memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan, sebagaimana yang ditetapkan,” ucapnya.

Menurut Syafrin, penertiban dalam wujud dilarangnya odong-odong ini bertujuan untuk memberikan sisi keselamatanan serta serta kenyamanan untuk masyarakat.

“Kita lihat odong-odong itu kan dari sisi kendaraan yang digunakan. Apalagi bodinya dan seterusnya. Oleh sebab itu, kita ingin menghadirkan transportasi yang selamat aman dan nyaman bagi masyarakat,” lanjut Syafrin.

Syafrin kemudian menjelaskan bahwa pernah terjadi kecelakaan yang melibatkan odong-odong di Jakarta. Penertiban yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan semacam ini ditujukan supaya peristiwa kecelakaan lalu lintas seperti itu tidak terulang lagi, khususnya untuk odong-odong yang aspek keselamatannya masih sangat-sangat dipertanyakan.

“Di bulan Agustus itu akan kecelakan odong-odong sekian orang di Jakarta Timur. Nah kita tidak mau kejadian ini terjadi dan terulang, kita harus menghadirkan transportasi yang aman,” katanya.

Eden Pemalang

D.O.P / Travel Filmmaker

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *