Perjalanan Panjang Biji Cokelat Hingga Menjadi Cokelat Yang Bisa di Makan
Perjalanan Panjang Biji Cokelat Hingga Menjadi Cokelat Yang Bisa di Makan

Perjalanan Panjang Cokelat Lezat, Dari Biji Hingga Layak Dimakan!

Pasti kalian sudah tahu dong makanan atau cemilan yang satu ini? Yak, cokelat adalah salah satu cemilan yang diminati oleh banyak orang dan berbagai kalangan baik dari anak kecil hingga orang dewasa. Cokelat sendiri juga memiliki dua bentuk yakni cokelat batangan dan juga bubuk.

Namun apakah kalian pernah membayangkan dari mana asal makanan yang satu ini? Selama ini mungkin kita hanya bisa menyantapnya tanpa mengetahui prosesnya ya. Padahal, negara kita merupakan salah satu penghasil biji kakao terbesar di dunia.

Dan sekarang tim Elipsir Media akan mengajak anda bagaimana perjalanan panjang dari biji cokelat untuk bisa menjadi produk cokelat siap makan seperti yang kita kenal.

Berikut tahapanya, dilansir dari kompas.com:

  1. Fermenntasi

Pertama yakni proses Fermentasi, dilansir dari travel kompas.com. Biji kakao sendiri bisa dipanen sepanjang tahunnya. Biji yang sudah matang lalu diambil dari pohon kemudian dibelah. Untuk bijinya sendiri kemudian diambil dari buah yang biasa disebut cocoa pod lalu dipisahkan. Untuk biji kokoa yang baru dipanen biasanya masih dselimuti oleh semacam lapican.

Selanjutnya Biji-biji yang sudah terkumpul akan melalui proses fermentasi.

Sebelumnya, biji kokoa juga memiliki tiga jenis, yakni Forastero, Criollo, dan Trinitario.

Untuk jenis Forastero merupakan biji kokoa yang paling umum, yang mana rasa cokelat yang dihasilkannya sangat kuat dan sedikit erthy.

BACA juga :  Ngeri, Ini 5 Dampak Jika Terlalu Sering Makan Pedas!! Nomer 4 Hati-hati…

Setelah itu ada biji jenis Criollo. Biji yang satu ini merupakan salah satu biji cokelat yang memiliki kualitas bagus dan mahal harganya. Dimana kulitasnya paling tinggi dari biji cokelat lainya dn memiliki aroma yang khas serta rasa pahit yang dihasilkannya tidak terlalu kuat.

Lalu yang terakhir, yakni biji cokelat jenis Trinitario. Biji jenis ini merupakan hasil persilangan antara biji jenis Criollo dan Forastero.

Selain itu untuk proses fermentasi yang dilakukan dari ketiga jenis biji ini berbeda. Misalnya untuk Forastero akan memakan waktu selama lima hingga tiga minggu untuk proses fermentasinya, sedangkan jenis Criollo hanya akan membutuhkan waktu selama satu sampai tiga hari.

Tujuan dari proses fermentasi ini adalah untuk membuat lapisan di luar biji kokoa mongering serta memberikan rasa dan aroma yang khas. Selanjutnya setelah melalui proses ini biji akan dijemur hingga kering guna mengurangi kadar cairan didalamnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *