Novel Online I'm Not Virgin

Novel Online : Im’ Not Virgin (Chapter 9)

Seperti yang dibicrakan teman-teman Ayu kemarin, mereka akan pergi ke bar malam Minggu. Dan, ini adalah malam Minggu, yang katanya malam yang panjang untuk para muda mudi yang menikmati malam minggu bersama teman atau kekasihnya. Ayu sudah bersiap-siap untuk ke rumah Aldo. Dia berangkat dengan Angel menggunakan taxi untuk ke rumah Aldo.

Faisal juga sudah berada di rumah Aldo dari tadi, menunggu Ayu dan Angel datang. Ayu harus membantu Mbok Sanem beres-beres terlebih dahulu, makanya agak lama untuk ke ruang Aldo.

“Sorry guys, kita telat,” ucap Angel.

“Gak apa-apa, sudah , kan? Kita berlima saja?”tanya Faisal.

“Iya, kita berlima lah, mau sama siapa lagi, Sal?”tanya Vanya.

“Ya sudah, kita berangkat pakaimobilku saja,” ajak Faisal.

Mereka masuk ke dalam mobil Faisal menuju ke Excel. Excel nama bar yang terkenal di kota. Ayu sebenarnya enggan untuk ikut dengan mereka, dia tidak enak dengan Mbok Senem. Dari tadi wajah ayu gelisah, tidak seperti yang lainnya. Yang tampak bahagia dan senang saat ini. Faisal memerhatikan Ayu yang duduk di sampingnya. Ya, Ayu duduk di samping Faisal yang sedang mengendarai mobil.

“Kenapa gelisah seperti itu, Yu?”tanya Faisal.

“Aku gak enak saja dengan Mbok Sanem, Sal” jawab Ayu singkat.

“Kan kita sudah pamit dari kemarin, Yu. Mbok Sanem juga tau lah, kita remaja yang butuh malam mingguan,” timpal Vanya.

“Iya, juga sih,”jawab Ayu.

“Lu sekarang jarang merokok sepertinya, Yu?”tanya Angel.

“Yah, semenjak di rumah Mbok Sanem gue ngurangin merokok,” jawab Ayu.

Entah kenapa Ayu benar-bernar gelisah malam ini. Dia tidak tau kenapa seperti ini. Padahal saat mau berangkat, hati Ayu baik-baik saja dan tidak se gelisah ini.

“Ah…hatiku kenapa mesti gak tenang seperti ini, sih,” gumam Ayu.

Mereka sampai di depan Excel. Bar yang mewah dan besar itu kini sudah di hadapan mereka. Mereka turun satu persatu dari mobil dan bersiap masuk ke dalamnya. Mereka datang masih belum terlalu malam. Ya, mereka menghargai Ayu yang tinggal dengan Mbok Sanem. Jadi, mereka keluar jam 9 malam. Itu saja sudah terlalu malam menurut Mbok Sanem.

Merkeka masuk ke dalam dan mencari tempat duduk yang nyaman untuk seru-seruan. Mereka menikmati musik dan bebagai macam minuman beralkohol di atas mejanya.
Ayu sebenarnya tidak ingin minum minuman yang beralkohol, dan Faisal tau Ayu sudah tidak nyaman dengan minuman yang ia pesan. Akhirnya Faisal memesankan jus untuk Ayu.

“Ini untuk mu.” Faisal memberikan jus alpukat pada Ayu.

“Eh…makasih,” jawab Ayu.

“Aku tau kamu bingung, kan? mau minum apa? Ini gak terlalu banyak alkoholnya, kok. Aku sengaja pesan ini, biar Vanya dan Angel juga bisa minum,” ucap Faisal.

“Iya juga sih, aku sebenarnya gak masalah minum ini, tapi gak enak sama Mbok Sanem,” jawab Ayu.

“Iya, aku tau,”

Mereka menikmati malam minggu di dalam bar dengan di temani alunan musik DJ yang membuat mereka betah di sana. Ayu mulai bisa menyetabilkan rasa gelisah di dalam hatinya. Dia sudah bisa tertawa lepas dan bercanda dengan teman-temannya, apalagi melihat tingkah polah Faisal dan Aldo yang dari tadi mengeluarkan lelucon yang tidak ada manfaatnya.

“Ehh…pulang, yuk? Sudah hampir jam 2 pagi ini, kasihan anaknya Embok,” ajak Faisal.

“Ya sudah,yuk pulang, kamu jadi nginep di rumah ku, kan sayang?”tanya Aldo pada Vanya.

“Iya, kita habisakan malam ini berdua,” ucap Vanya.

BACA juga :  Baca Novel Online : Hendrik & Lisa Bab 3

“Sialan, dasar bocah gak guna kalian!” umpat Faisal.

“Sekali-kali, sana merasakan, pasti ketagihan,” ucap Aldo pada Faisal.

“Gak, gak mau,” tukas Faisal.

“Gak mau nolak dia,” timpal Vanya.

Mereka keluar dari Bar dengan bercanda. Ya, memang mereka kalau bercanda benar-benar melewati batas. Ayu dari tadi juga sudah banyak bercanda dengan mereka. Ayu berjalan mundur sambil bercanda dan dengan teman-temannya dan tidak sadar di depan Bar ada sepeda motor sport yang terparkir di depan Bar.

“Brakk…..!!!” Ayu menyenggol sepeda motor tersebut dan seketika sepeda motor itu roboh.

“Shit..! Aku merobohkan sepeda motor ini,” umpat Ayu.

Faisal dan Aldo segera mengangkat sepeda motor itu, dan saat akan mengangkat, terdengar suara menggelegar dari balik pintu masuk Bar

“Siapa yang berani merobohkan sepeda motor kesayanganku!” kelekar pria yang berada di depan pintu.

Merke berlima hanya menunduk, Faisal dan Aldo tau, sepeda motor ini Milik Excel Pratama, pemilik Bar. Excel mendekati mereka, dia berdiri di depan Ayu, menatap tajam wajah Ayu.

“Kamu! Berani-beraninya kamu merobohkan sepeda motor saya! kamu punya uang berapa untuk menggantinya, hah!” tukas Excel.

“Maaf, saya tidak sengaja,”ucap Ayu dengan menunduk.

“Kalau bicara tatap wajah lawan bicara, kamu!” bentak Excel.

“Maaf, tuan. Saya tidak sengaja,” jawabnya sambil menatap wajah Excel. Excel menatap tajam wajah Ayu yang sudah memucat ketakutan.

“Ganti sepeda motor saya dengan yang baru, saya tidak mau tau!” tukas Excel.

“Ini cuma lecet saja, mas. Masa harus ganti yang baru,” timpal Faisal.

“Aku tidak bicara dengan kamu!” seru Excel sambil menunjukan jari telunjuknya di depan wajah Faisal.

“Aku akan menggantinya,” ucap Ayu dengan tegas.

“Hah, omong kosong, tubuh mu saja di jual tidak laku untuk membeli sepeda motor ku ini,” tukas Excel.

“Berapa harga sepeda motor tuan?” tanya Ayu.

“Kamu mau tau? Dua Ratus Lima Puluh Juta, itu harganya,” ucap Excel.

“Aku mau dalam satu bulan kamu harus sudah bisa mengganti sepeda motorku, kalau tidak kamu akan tau akibatnya, ingat itu!” ancam Excel.

Excel dan anak buahnya pergi meninggalkan mereka. Ayu terlihat beberapa kali menyeka air matanya yang jatuh. Faisal merangkul tubuh Ayu, mencoba menenangkan Ayu. Begitu juga Vanya, Angel, dan Aldo.

Saat mereka akan melangkahkan kaki menuju mobil Faisal, suara Excel terdengar menggelegar lagi memanggil mereka. Tapi, hanya satu yang Excel tuju. Ayu, iya Ayu yang Excel tuju, dia memanggil Ayu dan mengajak berbicara berdua saja.

“Hey, kamu!” kelekar Excel yang membuat mereka menghentikan langkahnya. Mereka menoleh ke arah Excel

“Kamu! Bisa kita bicara sebentar!” pinta Excel.

“Aku?”tanya Ayu.

“Iya, siapa lagi, kamu yang membuat sepeda motorku hancur,” ucap Excel.

“Ikut saya!” titah Excel.

Ayu berjalan mendekati Excel, tapi tangan Faisal memeganginya, mengisyaratkan dia ingin ikut ke mana Excel akan membawa Ayu dan akan bicara apa.

“Aku hanya mengajak dia, buka kamu!” tukas Excel dan menunjukan jari telunjuknya ke arah Faisal.

“Aku juga harus tau apa yang akan kalian bicarakan,” timpal Faisal.

“Ini bukan urusan, kamu!” Excel mendorong tubuh Faisal.

“Sudah, kalaian tunggu di mobil, aku akan bicara dengan dia,” ucap Ayu.

“Tapi, Yu,”ucap Faisal.

Ayu mengisyaratkan pada mereka untuk menunggu dirinya di dalam mobil. Ayu berjalan mendekati Excel, dia membawa Ayu kembali ke masuk ke dalam Bar. Excel mengajak ayu ke suatu ruangan yang ada di dalam Bar. Di dalam ruangan yang luas itu, terdapat beberapa kamar, yang mungkin untuk di sewa atau entahlah. Banyak sekali laki-laki dan perempuan yang bercumbu di dalam. Membuat Ayu mual melihatnya. Suara leguhan dari wanita nakal dan erangan dari mulut laki-laki hidung belang kerap kali terdengar di telinga Ayu.

BACA juga :  Baca Novel Online : Hendrik & Lisa Bab 1

“Masuk!” titah Excel. Dia menyuruh Ayu masuk ke dalam ruangan luas seperti kamar.

Tubuh Ayu gemetar, memasukin ruangan itu. Wajah Ayu memucat, dia takut Excel dan anak buahnya akan macam-macam dengan Ayu. Excel duduk di kursi dan menyuruh Ayu duduk di kursi yang ada di depannya.

“Duduk!” titah Excel. Ayu duduk berhadapan dengan Excel.

“Kalian, tinggalkan tempat ini,” titah Excel pada anak buahnya.

“Baik, tuan,” ucap mereka menunduk sambil keluar dari ruangan itu.

Excel memandangi wajah Ayu secara intens, mata Excel menjelajahi wajah Ayu yang terlihat semakin memucat, dia takut Excel macam-macam dan menyakiti dirinya.

“Kamu yakin bisa mengganti sepeda motorku?”tanya Excel dengan suara datar.

“Ya, bisa,” ucap Ayu dengan tegas.

“Yakin? Satu bulan bukan waktu yang lama untuk mencari uang 250 juta, apalagi kamu hanya seorang bocah pelajar yang bergaya sok,” tukas Excel.

“Aku akan buktikan!” tegas Ayu sekali lagi.

“Oke, jika tidak bisa, tubuhmu ini akan jadi milikku,” ucap Excel dengan mendekatu telinga Ayu dan menyentuh lembut lengan Ayu dengan jari-jarinya.

“Jangan berani menyentuhku!” Ayu menepis tangan Excel dengan kasar.

“Oke, buktikan dalam satu bulan, jika tidak, tubuh indahmu akan menjadi santapan hangat untuk ku dan dua orang tadi,”ucap Excel dengan menyenggol bahu Ayu dan melangkahkan kakinya untuk pergi dari ruangan itu.

Ayu berjalan dengan gontai, keluar dari Bar milik Excel. Dia tidak tau, harus bagaimana caranya mendapatkan uang sebanyak itu dalam satu bulan. Tidak bisa di bayangkan jika dia harus menyerahkan mahkota berharganya untuk seorang bajingan seperti Excel.

Ayu masuk ke dalam mobil Faisal, dia duduk di samping Faisal. Ayu menundukkan kepalanya, terdengar suara Isak tangis Ayu di dalam mobil. Dia tidak kuat menerima kenyataan ini. Uang jajan Ayu hanya Ayu dapatkan dengan hasil membantu Mbok Sanem di kantin, karena selama ini bibi nya tidak memberi uang jajan lagi dan uang untuk bayar sekolah. Dan sekarang, dia harus menanggung beban dari Excel perihal sepeda motor Excel.

“Aku akan membantumu, Yu,”ucap Faisal.

“Aku juga,”ucap Vanya, Angel, dan Aldo.

Mereka pulang dengan pikiran yang kacau. Malam Minggu yang mereka pikir adalah malam Minggu yang asik dan bisa merefresh pikiran mereka. Malah menambah beban pikiran mereka.

“Ya Tuhan, aku harus cari uang ke mana?”gumam Ayu, yang sesekali menyeka air matanya.

Faisal menggenggam tangan Ayu, dia melihat dari tadi Ayu menangis. Air mata Ayu semakin mengalir deras di pipi, saat Angel juga mengusap bahu Ayu dari jok belakang. Ayu belum bisa menghentikan air matanya. Dia benar-benar merasa terbebani saat ini. Masalah dengan paman dan bibinya saja belum selesai, kini muncul masalah baru lagi di hidupnya.

Rasanya ingin menjerit, tapi dia tidak bisa. Ada sesuatu ya g mengganjal di tenggorokannya. Dada sesak sekali saat mengingat ucapan Excel tadi yang akan mengambil sesuatu yang berharga pada dirinya jika tidak bisa mengganti sepeda motor Excel dalam waktu 1 bulan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maggie Q (sumber: instagram/maggieq)

10 Foto Seksi Maggie Q Pemeran Mai Linh Film Live Free or Die Hard

Jadwal Acara Trans TV

Jadwal Trans TV Hari Ini Jumat, 26 Juni 2020