Novel Online I'm Not Virgin

Novel Online : I’m Not Virgin (Chapter 11)

Hari terus berganti, Ayu hanya bisa mengumpulkan uang seadanya dari hasil kerja sambilan menjadi buruh cuci di perumahan. Berbeda dengan teman yang lainnya. Ya mereka berhasil mengumpulkan uang dengan cepat dan lebih banyak dari Ayu. Bagaimana tidak banyak, mereka mencari uang dengan menghalalkan segala cara.

Hari ini Ayu berangkat ke sekolah dengan langkah sedikit lesu. Dia memikirkan bagaimana mengganti sepeda motor milik Excel. Ayu tidak bisa memungkiri, semua pasti sia-sia, dan Excel akan mendapatkan apa yang ia inginkan. Ya, menginginkan tubuh Ayu.

Ciiiitttt………!!!!

Suara rem mobil mewah, tiba-tiba berhenti di depa Ayu. Ayu sedikit terjingkat dengan mobil yang tiba-tiba berhenti di depannya. Seorang pria tampan keluar dari dalam mobil mewah tersebut. Mata Ayu terbelaklak melihat pria yang keluar dari dalam mobil.

“Excel…..” Ayu bergumam lirih melihat Excel turun dari mobil mewah itu dan berjalan ke arah Ayu.

“Kenapa dia tau aku sekolah di sini?” gumam Ayu.

Ayu hanya terdiam, saat Excel mulai mendekati Ayu. Ayu memundurkan dirinya karen Excel terus mendekati Ayu. Badan Ayu sudah gemetar mendapati Excel sudah dekat dengan Ayu, dan tangan Excel mencekal tangan Ayu.

“Akhh….sakit,” pekik Ayu.

Excel menari tangan Ayu dengan kasar saat Ayu mencoba memundurkan dirinya lagi.

“Kalau sakit, diam!” kelekar Excel di hadapan Ayu.

Ayu hanya menundukkan kepalanya, dia takut sekali melihat wajah Excel yang murka dan garang di depan Ayu.

“Sudah berapa banyak uang yang kau kumpulkan, hah?” tanya Excel sambil mengangkat dagu Ayu agar menatapnya.

Ayu tidak mau menatap Excel, dia masih menutup matanya karena takut dengan Excel

“Belum cukup uangku, Excel, tolong jangan seperti ini,” ucap Ayu dengan gemetar.

“Belun cukup atau tidak mampu, hah!” tukas Excel.

“Tolong lepaskan, sakit,” rintih Ayu.

“Oke, aku lepaskan, tapi aku yakin aku bisa menikmati tubuh indahmu ini, 1 Minggu lagi, Ayu, kamu harus membawa uanga itu di hadapanku, dan ingat, kurang 1 rupiah pun, tubuh kamu adalah makanan terlezatku,” ancam Excel.

“Lepaskan! Aku akan penuhi janji ku, kalau aku tidak bisa memenuhi permintaanmu itu,” jawab Ayu dengan berani dan menatap Excel tajam.

Excel menatap mata Ayu dengan dalam, dan mendaratkan bibirnya di bibir Ayu. Dia melahap habis bibir Ayu hingga Ayu tak bisa bernapas.

“Shit..! Lepaskan..!” Ayu mendorong tubuh Excel.

Excel tersenyum licik pada Ayu dan masih memandangi wajah Ayu yang sedang menatap dirinya dengan sengit.

“Ingat kata-kata ku tadi, satu Minggu lagi, Ayu,” ucap Excel lirih di telinga Ayu.

“Aku ingat, tuan Excel yang terhormat! Silakan pergi!” ucap Ayu dengan penuh Amarah.

Excel tersenyum puas, karena sudah mendapatkan bibir Ayu yang manis itu. Ayu mengusap kasae bibinya, Ayu masih merasakan apa yang Excel lakukan tadi. Dia begitu jijik mengingat perbuatan Excel tadi.

Ayu mengusap air matanya yang jatuh menetes di pipinya. Dai berjalan dengan langkah gontai ke sekolahannya. Dia benar-benar merasakan sesak sekali di dadanya. Dia mengira akan lebih tenang jika dia kabur dari rumah pamannya, tapi kenyataannya, dia lebih menderita saat ini. Terlepas dari pamannya yang sering berbuat senonoh dengannya. Kini dia harus menghadapi Excel yang seperti itu.

“Mamah, papah, maafkan Ayu, maafkan Ayu,” gumam Ayu sambil berjalan melewati gerbang sekolahan.

Pak Indro si satpam garang yang lucu itu melihat Ayu berjalan sambil menangis masuk ke dalam sekolahannya. Dia mencoba memanggil Ayu, tapi Ayu tak menyahutinya.

“Itu Non Ayu kenapa? Di panggil gak jawab, ehh…malah nangis, gawat ini pasti ada sesuatu yang tidak beres,” ucap Pak Indro dengan menggaruk-garuk kepalanya karena kebingungan.

Tinggalkan Balasan

Snitch

Trailer Film Snitch Bioskop TransTV Malam Ini!

Jadwal Acara Trans TV

Jadwal Trans TV Hari Ini Jumat, 3 Juli 2020