Novel Online I'm Not Virgin

Novel Online : I’m Not Virgin (Chapter 10)

Ayu merebahkan diri di atas temaptl tidur, memikirkan apa yang akan terjadi besok dan hari selanjutnya. Dua ratus lima puluh juta, bukan uang yang banyak bagi Ayu, itu saat dulu keluarganya masih lengkap dan perusahaan ayahnya berjalan lancar. Sekarang uang Lima Ribu saja bagi Ayu sangat berharga sekali, setelah semua aset perusahaan tidak tau ke mana, dan sertifikat rumahnya di kuasai oleh bibi dan pamannya.

“Ya Tuhan, aku harus bagaimana?” lirih Ayu sambil menyeka bulir air mata yang jatuh membasahi pipi. Ayu tertidur karena dia lelah menangis dan mengeluarkan banyak air mata.

Keesokan harinya, Ayu terbangun pukul 6 pagi. Ya, hari ini adalah hari Minggu. Dia segera mandi dan setelah itu mereka ke dapur untuk membantu Mbok Sanem memasak. Ayu tidak menampakan rasa sedihnya, dia mencoba terlihat biasa saja di depan Mbok Sanem. Dia berpikir kalau dia sudah merepotkan Mbok Sanem, dan dia tak mau menambah beban Mbok Sanem jika dia terkena masalah dengan Excel.

Seusai masak, Mbok Sanem dan Ayu sarapan bersama. Ayu hari ini berencana mencari kerja, entah kerja apa, yang penting dia bisa mencari uang untuk mengganti sepeda motor Excel. Begitu juga teman-teman Ayu. Mereka juga turut membantu Ayu untuk memperoleh uang dan bisa mengganti sepeda motor milik Excel.

Ponsel Ayu berdering, ada notifikasi chat dari Faisal. Ayu membukanya dan membaca chat dari Faisal.

“Ayu, Do’akan aku, malam ini aku terpaksa ikut balap liar lagi. Hadiahnya lumayan banyak, dan ini untuk kamu, untuk melunasi hutang pada Excel. Aku mohon jangan larang aku, hanya ini yang bisa aku lakukan untuk membantu kamu, tabunganku belum cukup untuk mengganti uang Excel, dan ini untuk menambahinya. Maafkan aku, doakan aku, Ayu,” ~Faisal.

Begitu isi chat dari Faisal. Ayu tidak tau harus berkata apa pada dia, selain kata terima kasih. Aldo juga rela menemani tante-tante yang membutuhkan belaian kasih sayang. Ya, Vanya harus rela Aldo seperti itu, dan Aldo pun harus merelakan Vanya bermain dengan laki-laki hidung belang. Demi persahabatan apapun akan mereka lakukan.

Angel juga mengirim chat pada Ayu, kalau hari ini dia akan melayani pengusaha kaya yang butuh kepuasan ranjang. Angel memang sering seperti itu, walaupun dia berasal dari keluarga yang tidak terlalu miris ekonominya, tapi dia memang suka seperti itu. Melayani om-om kaya di atas ranjang.

“Aku butuh bicara dengan kalian sore ini, aku tunggu di depan sekolah, kita bicara di sekolahan.” Ayu menuliskan pesan di grup WhatsApp yang berisikan 5 anggota itu.

Semua menanggapi pesan Ayu dan sore ini mereka akan bertemu di depan sekolahan. Sebelum menemui mereka Ayu mencari pekerjaan entah kemana. Dia sempat berpikir ingin meminta uang pada Bibi atau pamannya, tapi itu tidak mungkin. Jika Ayu harus meminta uang pada mereka, sama artinya dia masuk ke kandang singa lagi.

Ayu pamit dengan Mbok Sanem pergi ke luar sebentar. Dia ingin mencari pekerjaan entah itu sebagai buruh cuci di perumahan atau apalah, yang penting dia menghasilkan uang.

“Mumpung masih jam 9 pagi, aku akan cari pekerjaan,” lirih Ayu.

Dengan langkah yang semangat Ayu meminjam sepeda milik keponakan Mbok Sanem untuk di gunakan ke perumahan terdekat. Dari pintu ke pintu, dia bertanya pada pemilik rumah untuk menawarkan diri menjadi buruh cuci baju. Dan, tiba dia di depan sebuah rumah yang cukup mewah. Dia memberanikan diri mengetuk pintu rumah itu. Seseorang keluar dari rumah dengan menggendong anak kecil dan sepertinya dia kerepotan sekali.

“Ada apa mba?” tanya pemilik rumah.

“Ibu, perkenalkan saya Ayu, apa ibu membutuhkan tenaga untuk cuci baju atau yang lainnya?”tanya Ayu.

“Mba bisa mencuci baju?” tanya pemilik rumah itu.

“Bisa, Bu,” jawab Ayu

“Ya sudah mba, kebetulan pembantu saya mulai hari ini berhenti bekerja, saya memang sedang kerepotan sekali, anak saya kembar, dan aku mengurus apa-apa sendir hari ini. Mba bisa mulai kerja hari ini?” tanya pemilik rumah itu.

“Bisa, Bu. Saya bisa, tapi saya minta gaji saya harian saja, dan kalau hari-hari biasa saya tidak bisa, karena saya sekolah,” jawab Ayu.

“Jadi mba kerja hanya di hari Minggu?”

“Iya, Bu,” jawab Ayu.

“Wah…saya mencarinya yang bisa setiap hari. Atau begini saja, setelah pulang sekolah, mba ke sini, gak apa-apa deh cuci siangan, dan nyetrika baju malaman, dan saya hitungannya kerja harian saja, khusus hari Minggu mba yang mengerjakan semua,” tutur pemilik rumah tersebut.

“Baik, Bu, kalau begitu saya setuju, jadi hari ini saya sudah bisa mulai kerja, kan Bu?”tanya Ayu.

“Iya, hari ini,” jawab pemilik rumah.

“Oh, ya ibu namanya siapa?”tanya Ayu.

“Saya Siti, saya hanya tinggal dengan anak kembar saya yang masih berusia 2 tahun ini, suami saya sudah berangkat bekerja lagi di luar kota, mba,” jawab Bu Siti.

“Oh…jadi suami ibu di luar kota? Ya sudah saya mulai kerja hari ini ya, Bu?”

“Boleh, mari saya tunjukan pekerjaan mba,” ajak Bu Siti.

Bu Siti memberi pekerjaan pada Ayu. Ayu mulai mencuci baju, dia memisahkan baju yang berwarna dan baju putih. Ayu memasukan baju-baju kotor ke dalam mesin cuci. Sambil menunggu cucian selesai, Ayu membersihkan lantai dan mengepel.

Hanya pekerjaan itu yang mungkin akan sedikit membantu mengumpulkan uang untuk mengganti sepeda motor Excel. Memang mustahil sekali dengan untuk mendapatkan uang 250 juta dalam waktu sebulan.

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Rachel Nichols (sumber: wall of celebrities)

10 Foto Seksi Rachel Nichols Pemeran Scarlett Film G.I. Joe: The Rise of Cobra

Lirik Lagu How You Like That BLACKPINK

Lirik Lagu How You Like That BLACKPINK