No Bra Day Kanker Payudara
Ilustrasi Kanker Payudara (sumber: alodokter.com)

No Bra Day! Bukan Untuk Pornoaksi tapi Kanker Payudara

Hari ini, Minggu, 13 Oktober 2019 digunakan untuk memperingati hari tanpa bra sedunia, atau No Bra Day yang ditujukan untuk bagian kepedulian terhadap kanker payudara yang sudah merenggut nyawa banyak wanita di dunia ini. Sampai saat ini saja sudah ada sekitar 150 ribu kasus kanker payudara yang terjadi setiap tahunnya.

Walaupun kesan yang ditimbulkan terkadang kurang sopan, tetapi tak sedikit yang melakukan peringatan hari ini. Peringatan ini sebenarnya menuai banyak kontroversi karena tidak ada hubungannya antara menggunakan Beha dengan kanker payudara. Tetapi beberapa kalangan tetap melakukan hal ini karena dianggap hal inilah yang paling efektif agar dapat menarik perhatian.

Tidak Dapat Dipastikan Sejarahnya

Dilansir dari Health Detik, memang perayaan ini tidak bisa dipastikan kapan dan dimana asal-usulnya .Tetapi menurut beberapa pihak, perayaan ini diyakini mulai ramai dan berlangsung mulai 2011 awalnya di negeri Paman Sam, Amerika Serikat.

Hal ini diawali dengan muatan pesan untuk melakukan deteksi dini terhadap kanker payudara yang bisa saja melanda dan menjangkiti. Hal ini mulai meluas lewat media sosial yang saling membagikan satu sama lain.

Efektif Sebagai Kampanye

No Bra Day dianggap efektif digunakan sebagai media kampanye yang menunjukkan kepedulian terhadap bahaya kanker payudara. Apalagi, kampanye ini dilakukan pada bulan Oktober yang memagn menjadi Bulan Kepedulian Kanker Udara.

Ketika ditanya mengenai ketidakterkaitan antara Bra dengan kanker Payudara, para aktivisnya memberikan alasan bahwa apa yang mereka lakukan kurang lebih sama ketika orang mem-viral-kan Ice Bucket Challenge untuk meningkatkan kepedulian tentang Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS).

“Itu adalah sebuah kebebasan berpendapat ya. Dari CISC sendiri sebagai suatu institusi sangat menghargai karena awareness masyarakat tentang kanker payudara jadi semakin bertambah, dengan catatan perayaan ini harus sesuai dengan norma yang ada,” ujar Aryanthi Baramuli Putri, Ketua Umum CISC (Cancer Information & Support Center) dilansir dari Detik.com.

Memang ada Manfaatnya

Diluar adanya kampanye yang bagi beberapa orang cukup menarik kontroversi ini, memang sesekali melepas bra akan mendapat manfaat. Ketika Beha dilepas, peredaran darah akan menjadi lebih lancar. Hal itulah yang membuat penggunaan bra saat tidur sangat tidak dianjurkan.

Tetapi yang paling penting dari pencegahan kanker payudara disaat ataupun bukan pada perayaan No Bra Day ini adalah memeriksa kesehatan masing-masing individu. Ada cara yang sederhana untuk memeriksa pengaruh kanker payudara. Hal itu adalah SADARI (Periksa Payudara Sendiri).

Metode tersebut sangat praktis tetapi bisa membawa manfaat yang besar karena dapat mencegah terjangkiti penyakit payudara tersebut.

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
psm makasar

Asisten Pelatih PSM Makasar Beri Arahan Jelang Kontra Arema FC

Istri Dandim Kendari

Istri Kolonel HS Mantan Dandim Kendari Dibela 52 Pengacara!