Lem Aibon Kepala
Kepala Dinas Pendidikan (sumber: poskota.com)

Kepala Dinas Pendidikan soal Lem Aibon: Bukan Salah Ketik!

Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyebut bahwa munculnya anggaran senilai Rp 82 Miliar untuk Lem Aibon bukan faktor salah ketik. Anggaran tersebut adalah anggaran sementara agar kemudian dapat diubah setelah mendapat rencana anggaran dari pihak sekolah.

“Terbentur waktu (saat penganggaran), kemudian Sudin (pendidikan tingkat kota dan kabupaten) susun anggaran sementara dengan harapan, saat sekolah selesai susun anggaran sekolah, ada 17 ribu komponen sekolah yang tertampung di 23 rekening itu detail sekali. Saat sekolah sudah selesai detail. Kemudian komponen atau rekening yang sudah disusun Sudin nanti akan disesuaikan komponen yang sudah disusun sekolah,” ucap Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat kepada wartawan di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta dilansir dari detikcom.

Anggaran yang tertulis untuk Lem Aibon adalah anggaran alat kelengkapan kantor Biaya Operasional Pendidikan Wilayah 1 Jawa Barat. Ada perubahan angka setelah dilakukan penyesuaian.

“Saat lihat kembali secara detail, anggaran yang disusun oleh seluruh sekolah wilayah Jakarta Barat 1 diusulkan hanya Rp 175 miliar dalam jangka waktu satu tahun. Terdiri dari 23 rekening,” ucap Syaefuloh.

Lem Aibon Rp 82 Miliar

Diberitakan sebelumnya bahwa Anggota DPRD DKI Jakarta dari PSI, William Aditya Sarana melalui akun twitter resminya membuka sebuah penemuan di anggaran APBD DKI Jakarta yaitu tentang pembelian lem aibon dengan jumlah pembelian yang fantastis, 82 milyar lebih.

Dalam cuitannya tersebut, ia mempertanyakan fungsi Lem Aibon yang yang akan disuplay oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta kepada setiap murid 2 kaleng sebulan.

William juga berjanji akan buka-bukaan mengenai anggaran APBD DKI Jakarta jika tweetnya banyak diretweet. Sampai saat ini, tweet tersebut telah diretweet sebanyak 2,6 ribu.

Sayangnya, Anggaran yang memuat Lem Aibon sebesar Rp 82 Milliar itu hilang sekitar pukul 22.50 WIB. Data yang diperoleh dari website apbd.jakarta.go.id telah hilang dan tidak bisa ditemukan di website resmi milik Pemerintah Daerah DKI Jakarta itu.

Terkait hilangnya data ini, William Sarana kemudian mengatakan bahwa dirinya akan membongkar anggaran tersebut. William Sarana juga mengatakan bahwa hal itu akan dirinya lakukan untuk transaparansi anggaran di Jakarta.

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Download MP3 & Lirik Lagu Moonwalk WayV

Anies Baswedan Lem Aibon

Anies Soal Anggaran Lem Aibon: Keren Sih, Tapi….