Kata-Kata Motivasi : Jiwa yang Tercerahkan

Kata-Kata Motivasi Jiwa yang Tercerahkan
Kata-Kata Motivasi Jiwa yang Tercerahkan

Kita adalah sumber cinta, kebenaran, kedamaian, dan kebahagiaan di dunia. Karena itulah, secara hakiki kita itu kaya raya.

Kehidupan adalah hubungan.

Hubungan dan jalinan dengan manusia, alam, benda dan Tuhan. Hubungan memberi dan menerima energi. Dan jika hubungan tersebut memuat kebajikan, keinginan baik atau bersifat baik maka hubungan itu akan selaras.

Namun sayangnya, selama ini kita tidak diajarkan seperti itu. Kita diajarkan untuk mengambil dan menyimpan. Mengambil apa yang dapat diambil dan menyimpan yang kita peroleh. Kita telah meniadakan keselarasan dalam hubungan pada tingkat individu dan juga sosial.

Semua orang melakukan itu.

Dan karenanya, kebiasaan seperti itu menjadi lumrah, wajar dan dianggap benar.

Hingga pada satu titik… kita sadar… Bahwa segala sesuatunya adalah untuk memberi. Kita tidak mungkin memiliki sesuatu, bahkan hal terhina atau terkecil di dunia ini. Saat itu semuanya menjadi selaras.

Namun hanya untuk diri kita.

Orang lain akan tetap melanjutkan ilusi yang selama ini mereka anggap benar.

Mengambil, memiliki, menyimpan dan menimbun. Hingga satu saat keselarasan akan sampai kepada mereka, semua yang mereka timbun akan diberikan kepada orang lain.

Jiwa yang tercerahkan akan menyadari hukum alam ini. Yang sejatinya telah berlaku sejak jaman dahulu kala.

Apa yang kita berikan akan kembali kepada kita. Apa yang kita tanam, akan kita tuai. Ini adalah prinsip hukum karma.

Jiwa yang tercerahkan sadar bahwa kekayaan sesungguhnya bukan berada di rekening bank, tapi dalam rekening alam sadar kita atau bank spiritual kita.

Tidak sadarkah kita, sesungguhnya kita memiliki sumber kekayaan yaitu tabungan batiniah.

Sementara kebanyakan orang menganggap bahwa uang adalah kekayaan tertinggi dan terpenting, maka… 

Jiwa yang tercerahkan mengetahui bahwa sumber energi yang paling tinggi dan paling berharga adalah spiritual. Energi itu memiliki beragam bentuk dan hubungan.

Cinta, kebenaran, kedamaian dan kebahagiaan dalah warna utama jiwa. 

Saat kita menyadari hal itu, maka seluruh kegiatan, hubungan akan dilihat dalam cahaya sejati mereka. Sebagai sebuah kesempatan untuk secara kreatif membentuk dan membagi energi dalam jalan yang paling tepat.

Penerimaan, perhatian, penghargaan dan pemberian maaf adalah bentuk cinta.

Kearifan dan wawasan adalah bentuk kebenaran.

Kepuasan adalah bentuk kebahagiaan.

DAN TIDAK SATUPUN dari hal-hal di atas layak untuk disimpan. Karena semuanya akan menjadi subur manakala diwariskan, disebarkan dan dipancarkan ke seluruh dunia.

Itulah alasan kehadiran kita di dunia.

Jiwa yang tercerahkan memiliki kesadaran lebih dari itu.

Jika kita menyadari tentang tabungan spiritual dan melakukan pemberian yang sejati (ikhlas, murni) maka kita akan mendapatkan minimal 2 keuntungan :

Pertama : Si pemberi adalah orang yang pertama kali akan merasakan energi yang keluar (memberi cinta adalah merasakan cinta)

Kedua : Energi yang kita berikan akan kembali dengan kekuatan yang berbeda. Kekayaan spiritual yang dibagikan akan berubah menjadi kekayaan materi yang kita dapatkan nanti. Namun akan diperoleh dengan cara-cara normal untuk mendapatkan keuntungan semata.

Jadi inilah intinya.

Berhubungan, bersosial adalah sebuah kesempatan untuk menjadi kreatif, karena kita semua adalah seniman kehidupan. Kehidupan kita sendiri.

Kita semua memiliki kesempatan untuk mengundang dan diundang pihak lain untuk bersama-sama menciptakan kehidupan, menggunakan kekayaan tertinggi, terdalam, terbesar. Kekayaan yang tersembunyi dalam diri kita.

Jangan pernah sembunyikan kekayaan kita.

  • Hiduplah dengan baik
  • sering-seringlah tertawa.
  • Banyak-banyaklah memberi cinta.
  • Jangan berharap balasan.
  • Alam semesta akan tunduk kepada kita.

Bersikaplah berkelimpahan akan mengundang kelimpahan.

Kata-kata motivasi ini disadur bebas dari buku “The 7 AHA!s of Highly Enlightened Souls” MIKE GEORGE