in

Jadi Kepala Staf Kepresidenan Lagi, Moeldoko Minta Tugas Baru

Moeldoko Staf Kepresidenan
Moeldoko (sumber: detik.com)

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan bahwa pihaknya akan meminta Presiden Joko Widodo untuk menambah tugas Kantor Staf Kepresidenan (KSP) lagi. Moeldoko belum mengungkap apa lagi yang ingin ditambahkan untuk tugas KSP tersebut.

“Nanti saya minta ada perubahan-perubahan sedikit misinya, ada tambahan,” kata mantan Panglima TNI itu dilansir dari merdeka.com.

Lembaga yang didirikan oleh Presiden Joko Widodo lima tahun lalu itu dulunya dibubarkan pada 19 Oktober 2019 kemarin. Ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Rabu (23/10/2019) kemarin, Moeldoko kembali ditunjuka menjadi Kepala Staf Kepresidenan.

Di Periode yang kedua ini, Moeldoko mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo belum memutuskan Wakil Menteri. Moeldoko menyebutkan bahwa posisi Wakil Menteri (Wamen) belum terisi.

“Belum isi sementara,” ucapnya.

Terkait banyaknya Jenderal yang masuk ke dalam Kabinet Indonesia Maju, Moeldoko mengatakan bahwa dirinya tak infin dikotomi antara Militer dan Sipil. Hal itu dikarenakan oleh para Jenderal sudah pensiun.

Lebih lanjut, Moeldoko mengatakan bahwa hal yang terpenting dalam mendapatkan tugas dan jabatan adalah kinerja dan hasil.

“Saya pikir nanti basisnya adalah kinerja yang penting adalah nanti kinerjanya bisa dilihat seperti apa,” kata dia.

Termasuk Moeldoko, terhidung ada enam Jenderal TNI dan Polri yang masuk ke dalam Kabinet Indonesia Maju yang sudah disahkan oleh Presiden Joko Widodo Rabu (23/10/2019) kemarin.

Seperti yang diketahui sebelumnya, masa kerja Kantor Staf Kepresidenan (KSP) periode pertama berakhir pada tanggal 19 Oktober 2019 keamrin. Bubarnya KSP ini didasarkan pada Peraturan Presiden (Perpres) No. 26 Tahun 2015 tentang Kantor Staf Kepresidenan.

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo sendiri yang meminta KSP untuk dibubarkan. Sesudah dibubarkan, Jokowi kemudian menerbitkan Perpres baru lagi untuk mengatur eks anggota KSP bisa bertugas lagi untuk melanjutkan program strategis nasional.

Moeldoko pada Rabu (16/10/2019) lalu mengatakan bahwa nama dari KSP bisa saja berubah, tetapi sampai saat ini belum diumumkan adanya perubahan itu.

“Namanya belum diputuskan oleh Pak Presiden, bisa berubah namanya. Rencana nanti tanggal 19 sudah off semuanya setelah itu akan muncul lagi Perpres berikutnya,” jelas Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (16/10).

Report

Written by Eden Pemalang

D.O.P / Travel Filmmaker

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GIPHY App Key not set. Please check settings

persebaya-vs-persela

Laporan Pertandingan Liga 1 2019: Persela vs Persebaya (1-0)

persebaya vs persela

Video: Pertandingan Liga 1 2019 Pekan ke-24 Persela Lamongan (1)vs Persebaya (0)