Inilah Tren Kampanye Baru di Amerika : Selfie Bareng

190606 dem candidates selfies cs 217p 2d800224d39e2069b7a900513572f8f9.fit 2000w

Iowa, USA – Bayangkan jika ada seorang kandidat presiden, gubernur atau bupati yang selalu foto sendirian dan dipajang di Instagram? Kamu akan bilang “Hah! Kesepian nih ye!”

Beberapa tahun ke belakang kita masih mengingat, Hillary Clinton dalam memoirnya pada tahun 2016 pernah menulis “Dari pada selfie, mending kita ngobrol!” Di tahun 2019, keberadaan smartphone dengan kamera “jahatnya” telah menciptakan satu trend baru.

Apakah slefie bisa jadi alat kampanye yang potensial?

Kebanyakan para kandidat yang mencalonkan diri untuk jabatan tertentu di USA sana, telah berkesimpulan bahwa selfie adalah strategi yang efektif untuk meraih dukungan. Ambil hp, fokuskan kameranya, senyum, cekrak-cekrek! Kemudian serahkan pada untuk memilih foto terbaik yang akan diunggah di sosmed.

Bahkan Stacey Abraham, yang menyebut dirinya sebagai sosok yang penyendiri dan sedang mencalonkan diri untuk jabatan gubernur, sampai terlambat check out karena harus melayani permintaan selfie dari para pendukungnya.

Selfie bersama fans adalah promosi paling murah bahkan gratis. Bandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk beriklan di media mainstream atau televisi.

Dari 20 kandidat yang akan bertarung di Amerika,rela melakukan apapun untuk terhubung secara pribadi dengan voter. Dan itu artinya selfie. Apalagi di Iowa, yang para voter menginginkan akses langsung dengan para kandidat.

Untuk urusan selfie, yang paling serius adalah Warren. Hingga saat ini, ia telah menginvestasikan lebih dari 90 jam untuk berselfie-ria dengan pendukungnya, mengoleksi lebih dari 28.000 foto. Hal tersebut menurutnya karena tidak tidak punya banyak uang untuk menarik simpati atau punya hubungan khusus dengan para pemodal besar.

BACA juga :  Rest in Peace Sulli, Pelajaran Sebenarnya Soal Bullying
Lihat foto-fotonya di sosmednya.

No Comments
Post a comment