Hutan Bupati
Jarot Winarno (sumber: lintaskapuas.com)

Ingin Lestarikan Hutan, Bupati Ini Larang Penanaman Kayu! Kenapa?

Bupati Sintang, Kalimantan Barat, Jarto Winarno mengomentari soal menjaga kelestarian hutan guna mengurangi emisi. Jarot mengatakan bahwa dirinya sudah membuat sejumlah program untuk dapat menjaga kelestarian hutan di Kabupaten Sintang.

Jarot mengatakan bahwa yang terpenting adalah hutan tidak diganggu agar kelestarian Alam dapat terjaga.

“Yang penting kan hutan kita jangan diganggu sedikitpun,” ujar Jarot dilansir dari detikcom.

Jarot mengatakan hal itu dalam sebuah perbincangan dengan sejumlah media setelah menjadi pembicara di Paviliun Indonesia pada COP25 di Madrid, Spanyol pada Jumat (6/12/2019).

Jarot juga mengatakan bahwa dirinya telah mengeluarkan ribuan Surat Keputusan (SK) Bupati untuk dapat menjaga agar kelestarian hutan masih dapat terjaga.

Masih dikutip dari detikcom, hutan yang berada di kawasan Kabupaten Sintang sudah mencapai 60 persen. Kabupaten Sintang memiliki sekitar 61 ribu hectare lebih hutan di kawasan hutan.

Hutan tersebut akan disebut Hutan Desa. Hutan ini akan dimiliki dan dikelola oleh masyarakat adat setempat.

“Targetnya 60 ribu (hutan desa) itu kita SK-kan. Sekarang yang udah (dibuat SK) paling–kan ada juga argoforestry dari kami juga–sekarang paling 2.600-an (SK),” kata Jarot.

Jarot kemudian menjelaskan bahwa dirinya memerintahkan agar SK tersebut diterbitkan per unit hutan desa, sesuai dengan kebutuhan masyarakat adat dalam pengelolaan hutan.

Tetapi ada sebuah permintaan yang dibuat oleh Jarot terkait hal ini, yaitu agar tidak menanam produk kayu. Hal itu dibuat karena untuk meminimalisir masyarakat yang melakukan penebangan pada saat memanen.

“Mereka minta ditanam JAPP (jengkol, aren, petai, dan pinang), kenapa mereka senang itu, lebih mahal jengkol daripada karet. Jengkol itu mereka jual semua ke Jawa, contohnya,” katanya.

Masyarakat Adat, menurut Jarot juga mempertahankan hutan mereka agar dapat memiliki sumber air. Mereka juga melakukan pemetaan yang dibantu oleh organisasi Non-Profit.

“Kami jaga untuk jaga air supaya nggak habis, ‘nanti Bapak tolong lah carikan kami buat nanam JAPP ini’. Ketika mereka mapping didampingi oleh solidaritas NGO yang ada di sana, karena mereka nggak ngerti cara mappingnya, itu dua yang hutan desa,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Pandji Pragiwaksono Lem Aibon

Pandji Pragiwaksono Foto Bareng Lem Aibon, Ini Reaksi Anies!

Edson Tavares

Berita Liga 1 2019: Persija Kalah Lagi, Edson Ungkap Ini!!