Ingat Mahasiswa yang Gugat Jokowi? Ini Kelanjutannya!

Mahasiswa Gugat Jokowi

Mahkamah Konstitusi (MK) akhirnya menggelar sidang gugatan yang diajukan oleh Mahasiswa UKI Jakarta terkait lampu sepeda motor yang wajib untuk dinyalakan di siang hari. Dalam persidangan ini, hakim kemudian mengoreksi dokumen mahasiswa yang gugat Jokowi itu.

Persidangan dilaksanakan di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (4/2/2020). Kedua pemohon adalah Eliadi Hulu dan Ruben Saputra kemudian menjelaskan gugatannya.

Kemudian, Hakim Konstitusi Saldi Isra memberikan masukan terkait kelengkapan dokumen yang dibawa oleh kedua penggugat.

Saldi sempat menanyakan terkait apakah pemohon yang adalah seorang mahasiswa yang gugat Jokowi memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Saudara mengatakan berkendaraan, tadi kan pemohon satu dan pemohon dua berboncengan. Mungkin karena ini berkaitan dengan pengemudi mungkin SIM ada harus di lampirkan juga fotocopy SIM-nya. Anda punya foto copy SIM-nya tidak?” ujar Saldi dilansir dari detikcom.

Eliadi kemudian mengatakan bahwa dirinya memiliki SIM, tetapi SIM tersebut saat persidangan sedang ditilang dan disita oleh pihak Kepolisian.

“Untuk saya pemohon satu, karena sudah ditilang jadi tidak memiliki SIM,” ujar Eliadi.

“Simnya ditilang ya? tapi sebelumnya punya?” kata Saldi.

“Iya, punya,” jawab Eliadi.

Saldi kemudian menambahkan bahwa SIM perlu untuk dilampirkan agar dapat menjadi bukti bahwa pemohon telah layak untuk mengemudi. Ditambah mereka menggugat Presiden Joko Widodo karena dianggap tidak taat pada peraturan lalu lintas.

BACA juga :  Presiden RI Datangi Kebakaran Hutan, Jokowi: Seharusnya Tidak Perlu Rapat!

Selain itu dengan dilampirkannya SIM, hal itu dapat dianggap sebagai bentuk legal standing pemohon dalam persidangan.

“Ya mungkin perlu dilampirkan fotocopynya bahwa anda memang sudah layak mengemudi, ini masuk ke legal standing,” ujar Saldi.

Selain SIM, Saldi juga mempertanyakan status Mahasiswa yang disandang oleh kedua penggugat tersebut. Hal itu ditanyakan karena kedua penggugat tidak melampirkan Kartu Mahasiswa mereka.

“Anda mengungkapkan status mahasiswa, ini sudah di lampirkan belum kartu mahasiswanya?Ini nanti jangan-jangan anda bukan mahasiswa nih, gimana kita membuktikan anda mahasiswa atau tidak. Kalau menyebut warga negara saja hanya perlu melampirkan KTP, supaya lihat orang Indonesia atau tidak,” kata Saldi.

No Comments
Post a comment