Novel Online I'm Not Virgin

Novel Online: I’m Not Virgin

BLURB

Ketika keperawanan diragukan oleh kaum pria pada zaman sekarang.

Ayu Tania, gadis berusia 17 tahun, dia berhasil meyakinkan seorang pria yang akan menidurinya bahwa dirinya masih Virgin, lantaran dia sangat membutuhkan uang. Demi persahabatannya, dia rela menjual keperawanannya pada pria tersebut. Hanya karena tidak sengaja merobohkan sepeda motor sport yang mahal, dia dan dua sahabatnya harus membayar ganti rugi pada pemilik sepeda motor tersebut, bahkan sang pemilik meminta Ayu dan sahabatnya mengganti motornya dengan yang baru.

Excel Pratama, CEO muda berusia 22tahun. Dia juga pemilik sebuah bar yang terkenal di kotanya, hidupnya yang penuh dengan foya-foya, bergonta-ganti pasangan, dan aktif di dunia malam. Excel, Pria tampan namun berhati bengis itu adalah pemilik sepeda motor yang tidak sengaja dirobohkan Ayu dan dua sahabatnya saat dia berada di bar milik Excel. Excel meminta Ayu dan dua sahabatnya mengganti sepeda motornya dengan yang baru.

Usaha demi usaha mereka lakukan untuk mengumpulkan uang, hingga Angel dan Vanya, mereka adalah sahabat Ayu, mereka rela menjual diri pada pria. Dia tak segan-segan menawarkan tubuhnya dengan tarif yang cukup mahal. Dan Ayu, dia yang sama sekali belum menghasilkan uang, dia terpaksa menjual keperawanannya pada seorang pria, hanya untuk membeli sepeda motor baru untuk mengganti milik Excel.

Siapakah Pria tersebut?

Kita lanjutkan membaca setiap bab di Novel ini.

^^^^^

PROLOG

Suara pintu kamar berderit lirih, Ayu yang masih tertidur pulas dibalut dengan selimut tebal di tubuhnya. Dia hanya memakai tangtop dan hotpant lalu diselimuti selimut tebal. Sebuah tangan membuka selimut yang menyelimuti tubuh Ayu, tangan itu menyibakkan selimut secara perlahan, dan terlihatlah lekuk tubuh seksi Ayu dan dua gundukan dadanya. Tangan itu menyentuh tubuh Ayu dan gundukan sintal itu. Mata Ayu mengerjap menyesuaikan bayangan yang ada di depannya. Ayu langsung menepiskan tangan yang masih berada di dadanya dengan kasar.

"Paman…! Mau apa Paman? Apa yang paman lakukan, pergi dari kamar Ayu…Pergi….!" Ayu berteriak namun tangan paman Ayu membekap mulut mungil Ayu.

"Diam! Kalau kamu tidak mau paman sakiti dan tidak ketahuan bibimu!" ancam Paman Daniel yang masih membekap mulut Ayu.

Ayu menggigit tangan Pamannya, dia langsung mendorong pamannya, namun usahanya sia-sia. Paman Daniel menindih tubuh ayu dan dengan kasar dia menyerang bibir ayu dengan bibirnya. Ayu meronta-ronta, dia menendang kemaluan Paman Daniel hingga dia tersungkur di lantai, Daniel yang kesakitan dia segera pergi dari kamar Ayu.

Ayu langsung berlari menutup dan mengunci pintunya. Dia menyandarkan dirinya pada daun pintu dan terduduk lemas di bawah, dia menangis dan teriak. Dia merasa jijik sekali dengan perlakuan pamannya, tidak hanya kali ini, setiap hari Daniel terus mengincar Ayu, dia seperti mengincar umpannya untuk dimakan dan dinikmati.

Ayu masih menangis, hanya air mata yang setia menemaninya, dia memeluk kakinya sendiri dan menenggelamkan wajahnya pada lututnya.

"Kalau seperti ini kenapa engkau tak mengambil nyawaku juga, Tuhan. Mengapa Engkau membiarkan aku hidup sendiri seperti ini," isak Ayu, air matanya semakin deras menetes di pipinya.

Dia menyulut sebatang rokok untuk menghilangkan rasa yang berkecamuk dalam pikirannya. Dia tak menyangka pamannya akan melakukan hal yang tidak senonoh seperti itu. Ingin rasanya dia berteriak sekeras-kerasnya dan sekencang-kencangnya, namun mulutnya terbungkam, hanya bisa berteriak di dalam hatinya yang tercabik-cabik oleh perasaan takut dan marah.

"Sakit? Iya, sakit. Perih? Iya, perih. Perih yang tak terluka dan Luka yang tak berdarah. Itu yang aku rasakan saat ini," gumam Ayu dalam hati.

Ayu beranjak dari depan pintu, dia mencoba merebahkan dirinya di tempat tidur, dia masih mengingat perlakuan pamannya tadi. Iya, Ayu sering mendapatkan perlakuan seperti itu dari pamannya, dia ingin sekali kabur dari rumah pamannya, tapi dia tidak bisa, karena hidupnya bergantung pada Paman dan Bibinya. Terlebih, sertifikat rumah milik orang tua Ayu di pegang pamannya.

Dia masih mencari cara memperoleh hak nya kembali, apapun itu, dia akan lakukan untuk mengambil haknya kembali dan keluar dari rumah pamannya.

 

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Alfa Salam - Sabyan

Lirik lagu Alfa Salam – Sabyan

10 Foto Seksi Natalie Martinez Pemeran Marybeth Film Broken City