Sufmi Dasco Aahmad

Gerindra Bantah Sikap Prabowo Yang Dinilai Lembek Soal Natuna!

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra,  Sufmi Dasco Ahmad menilai sikap Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) yang berusaha lembek dalam menanggapi percakapan di Natuna Utara. Menurut Dasco, percuma Prabowo hanya menggebrak-gebrak meja tanpa melakukan apa pun yang berkaitan dengan kedaulatan teritorial, memindahkan Natuna dari klaim Cina.

Pertanyaan itu di sampaikan oleh presiden SBY. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul iman meminta Prabowo bersama menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Lahut Binsar Panjaitan mencontoh ketegasan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi terkait dengan China di Natuna.

Menurutnya, sikap Prabowo tentang masalah kedaulatan teritorial dari perairan Natuna dari Klaim china sudah pas dan tidak perlu dipertanyakan melalui media massa. “Apakah mesti ucapan terima kasih di media yang memperlihatkan kinerja? Kan enggak juga. Kinerja seorang Menhan sudah dilakukan dengan pas menurut saya. Kemudian di lakukan di lapangan kemudian oleh TNI juga sudah dilakukan,” Kata Dasco Kepala Wartawan di komleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/1). “Kan percuma kita ngomong keras-keras , gebrak meja tapi enggak ada aksi,” imbuhnya.

Dia membantah bahwa Prabowo menyikapi masalah negosiasi Natuna dari klaim China dengan lembek. Di sisi lain, Dasco meminta para pengamat agar melihat posisi Indonesia dalam kasus Natuna dengan tepat.

“Kepada teman-teman, pengamat utama, sesuai dengan saya harus melihat posisi (Indonesia) dengan pas. Jangan kemudian memberikan komentar atau pendapat yang menantang, memperlemah semangat kebangsaan kota dalam rangka menegakan kedaulatan di wilayah kita sendiri,” katanya.

Wakil ketua DPR juga menyampaikan langkah yang dilakukan Retno agar masalah lintas Natuna lolos melalui jalur diplomasi sudah cukup sulit dan sudah pas.

Menurut dia, hal yang harus dilakukan adalah komunikasi dan diplomasi yang intens untuk menyampaikan persepsi terbaik batas  di Natuna sehingga perbedaan wilayah bisa dilakukan dengan baik.

Sebelumnya, Sphibul Iman meminta meminta Prabowo dan Luhut mencontoh ketegasan sikap Retno tentang pertanyaan kedaulatan territorial yang berkaitan dengan Natuna dan Klaim China.

Presiden PKS yang menyatakan sikap Retno terhadap klaim Sembilan garis garis (klaim atas Sembilan titik imaginer) Pemerintah China di pimpinan Natuna sangat menyakinkan. Pesannya pun sangat jelas.

Beda dengan prabowo yang membahas tentang pembicaraan Natuna dibahas dengan baik. Apalagi Prabowo meminta China adalah Negara sahabat bagi Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *