Hanura Wiranto
Wiranto (sumber: bisnis.com)

Dititipi Uang Oleh Wiranto, Mantan Bendahara Hanura: Uangnya Nggak Laku!

Mantan Bendahara Umum Partai Hanura, Bambang Sujagad akhirnya memberikan tanggapan terkait gugatan atas dirinya yang diberikan oleh Mantan Menko Polhukam, Wiranto. Bambang Sujagad mengatakan bahwa uang yang dititipkan kepadanya ternyata sudah kadaluwarsa.

“Maaf, saya belum pernah utang uang Pak Wiranto. Beliau yang punya kepentingan untuk menitipkan uang dolar Singapura (yang tidak laku), kepada saya untuk ditukar agar laku dipakai. Saya tidak menerima imbalan jasa, semata- mata saya lakukan karena kepatuhan saya sebagai bendahara umum,” kata Bambang Sujagad dalam keterangan tertulis, Selasa (12/11/2019) dilansir dari detikcom.

Pada 17 November 2009 lalu, Mantan Bendahara Partai Hanura itu dipanggil oleh Wiranto untuk diserahi dua bundel uang yang masih dalam bungkusan plastik. Satu amplop berisi 31 lembar. Setiap lembarnya pecahan SGD 10 ribu atau Rp 100 juta per lembarnya. Totalnya SGD 2.310.000. Bambang kemudian dimintai untuk menandatangani satu lembar kuitansi.

“Seminggu kemudian dipanggil lagi, disodori 1 lembar kertas untuk ditandatangani. Kertas tersebut isinya perjanjian penitipan uang yang telah dibuat oleh Pak Wiranto,” ujar Bambang lewat kuasa hukumnya, Durapati Sinulingga.

Ternyata uang tersebut tidak dapat terima atau dengan kata lain tidak dapat ditukarkan di Bank Singapore dengan alasan tidak ada surat tentang asal-usul uang tersebut. Selain hal itu, ada alasan lain yaitu pecahan uang tersebut sudah kadaluarsa. Masa edar uang tersebut pada tahun 1997 sampai 2002.

“Satu-satunya cara uang tersebut dijual/ tukarkan di pasar uang Singapura,” tegasnya.

Aturan bea cukai Singapura mengatakan bahwa setiap orang yang masuk Singapura hanya diperbolehkan untuk membawa uang tunai sebesar SGD 38 ribu atau empat lembar uang puluhan ribu.

“Setiap dua minggu sekali saya masuk Singapura membawa uang 4 lembar lembar untuk ditukar di pasar Singapura. (dengan potongan 15-30 oersen). Saya memerlukan banyak waktu untuk menukarkan menjadi 231 lembar kurang lebih 100 minggu (2 tahun),” jelasnya.

Uang tersebut perlahan dikembalikan ke Wiranto. Belakangan Bambang kaget karena muncul gugatan di PN Jakarta Pusat dan ramai disorot oleh berbagai media.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BALI UNITED

VIDEO!! Goal Highlights Liga 1 2019, Bali United (2) vs Persipura (2)

Djaduk Ferianto Meninggal

Seniman Legendaris Djaduk Ferianto Meninggal Dunia Semalam!