Cerita Bersambung
Cerita Bersambung

Chapter 8 : Terjebak di Ketiak Casanova

Sekar sedang menyetrika di ruang tengah ketika Wildan pulang dari bermain bulutangkis. Dia langsung duduk di pintu samping sambil melepas sepatu lalu dilemparkan begitu saja. Wildan buru-buru mengambil HP dari tasnya.

“Hmmm! Cantik nian ini cewek.” Kata Wildan sambil mengerling ke Sekar. Sekar hanya diam, pura-pura tidak mendengar perkataan Wildan.
“Namanya Lili. Dia minta aku nikahi. Hmmm! Kamu mengijinkan aku menikah lagi, kan?”
Sekar bermaksud menjawab tapi HP nya tiba-tiba berdering. Ada telepon masuk.

Sekar mematikan setrikanya dan menerima telpon.
“Hallo! Assalamualaikum. Niken? Ada apa, nih?”
“Menurut agama kalau istri mengijinkan suami menikah lagi akan mendapatkan surga. Enak, kan?” Kata Wildan.
Sekar memberi isyarat pada Wildan agar diam dulu. Karena dia sedang bicara di telepon.
“Oh! Pesananku sudah ada? Mau dianter kesini? Bisa. Aku di rumah, kok. Oke! Makasih, bye.” Sekar meletakkan hpnya.
“Diajak bicara. Cuek aja. Tidak menghargai suami.” Wildan tampak emosi.
Lho! Tadi aku, kan sedang menerima telpon? Emang tadi ngomong apa? Coba diulangi!”

Sekar melanjutkan menyetrika.
“Aku mau nikah lagi. Butuh ijin kamu.” Kata Wildan mantap.
“Sama Indah?”
“Bukan! Sama Lilik. Dia lebih cantik dari Indah.”
What? Terus Indah, kamu kemanain?”
“Ya, tetep sebagai selingan.” Kata Wildan santai.
“Parah!” Sekar geleng-geleng kepala.
“Itulah resikonya jadi orang ganteng. Yang beruntung ya, kamu. Dapat memilikiku.”
“Maksudnya?” Sekar melotot kaget.
“Bagaimana? Kamu mengijinkanku menikah lagi, kan?”
“Oh! Tentu saja aku mengijinkan. Aku restui. Tapi ada syaratnya. Kamu ceraikan aku dulu. Setelah itu kamu bebas mau menikah dengan siapapun.” Jawab Sekar tegas.
“Bukan seperti itu yang aku pengen. Aku pengen menikah lagi? Pengen punya istri 3 dan salah satunya kamu.”
“Silahkan kalau Mas ingin punya istri tiga atau lima sekalian, tapi aku nggak mau menjadi salah satunya.” Kata Sekar terdengar geram.
“Kalau begitu, aku menikah tanpa izin kamu, dong?” Kata Wildan dengan santainya.
“Menikah lagi tanpa izin istrinya, maka tidak sah.” Kata Sekar.
“Berarti kamu harus mengizinkan dong.” Kata Wildan lagi.
“Selama kamu masih suamiku, aku tidak akan pernah mengizinkanmu menikah lagi. Makanya ceraikan aku, baru kamu bebas menikah dengan siapapun.” Kata Sekar tegas.
“Sampai kapanpun aku tidak akan pernah menceraikanmu. Tapi dengan atau tanpa izin darimu, aku akan tetap menikah lagi.” Kata Wildan sambil keluar rumah.

BACA juga :  Baca Novel Online : Hendrik & Lisa Bab 2

Sekar hanya diam terpaku. Tatapannya kosong. Hatinya terasa hampa. Ia melanjutkan menyetrika dengan mata berkaca-kaca.

Di depan pintu, Wildan berpapasan dengan Rudi, yang sudah berdiri di depan pintu.
“Assalamu’alaikum. Mbak Sekar ada?” Tanya Rudi hormat.
“Ada. Ada perlu apa?” Tanya Wildan ketus.
“Maaf, saya mau mengantarkan pesanan mbak Sekar.” Jawab Rudi pelan.
“Itu. Orangnya di dalam. Masuk aja.” Kata Wildan sambil jalan ke samping rumah, menyetarter motornya dan pergi.
Rudi mengangguk sambil memperhatikan kepergian Wildan.

“Gila! Sinis amat?

Rudi geleng-geleng kepala.

Ragu-ragu Rudi mengetuk pintu yang masih terbuka.
“Assalamu’alaikum!” Rudi memberikan salam. Namun tak ada jawaban.
Secara berlahan Rudi melangkahkan kaki masuk rumah.
Tampak Mekar sedang menyetrika sambil menangis tertahan.

“Mbak! Mbak kenapa menangis.” Berlahan Rudi menyentuh bahu Sekar.
“Eh, Rudi? Kamu udah sampai sini. Cepet sekali.” Buru-buru Sekar menghapus air matanya.
“Iya, mbak. Tadi pas mbak Niken telpon, aku sudah jalan menuju kesini.” Kata Rudi pelan.
“Oh! Pantas… Cepet.”
“Tadi tanpa sengaja aku mendengar pertengkaran mbak dengan suami.” Kata Rudi sambil memutar pundak Sekar hingga mereka saling berhadapan.
“Oh! Jadi kamu sudah tahu semuanya?” Sekar malu.
“Iya. Orang seperti dia tidak pantas ditangisi. Sangat tidak pantas!” Rudi terlihat geram.
“Iya. Aku hanya ingin dicerai. Dan silahkan dia menikah lagi” Kata Sekar pelan.
“Apa sulitnya bagi dia untuk menceraikan mbak Sekar?” Tanya Rudi heran.

Sekar menggeleng.

Rudi tahu. Sekar tak mungkin menceritakan semuanya. Tapi Rudi punya kuncinya. Yaitu Niken. Bukan rahasia lagi kalau Sekar dan Niken adalah kawan curhat

“Sudah, mbak! Jangan menangis. Kita cari solusinya bareng-bareng.” Kata Rudi sambil mengusap air mata Sekar. Rudi iba dengan nasib Sekar yang sama persis dengan nasib ibunya dan juga Niken dulu.

BACA juga :  Baca Novel Online : Hendrik & Lisa Bab 3

“Oh, ya! Mana gamisnya?” Tanya Sekar.
Rudi langsung menyodorkan bawaannya.
Sekar buru-buru membuka bungkusan itu. Dan membuka gamisnya…

“Bagus sekali, mbak. Sangat cocok. Mbak Sekar pasti sangat cantik mengenakan gaun ini.”
“Kamu ini ada-ada saja.” kata Sekar sambil mengamati gaun itu.
Bener! Aku serius. Seandainya usiaku 15 tahun lebih tua dari sekarang. Aku juga sudah jatuh cinta pada mbak Sekar.” Kata Rudi sambil tertawa.
“Kamu anak kecil jangan merayu emak-emak. Nanti kuwalat!” Kata Sekar sambil tertawa geli.
“Aku bukan merayu. Aku kan berandai-andai. Seandainya usiaku 15 tahun lebih tua dari sekarang…” Kata Rudi sambil tertawa.
“Ya, berarti kamu harus menunggu 15 tahun lagi.” Kata Sekar.
“Iya. Dan usia mbak Sekar sudah nambah juga.”
“Iya, lah! Masa mau berhenti? Waktu terus berjalan.”
“Yang aku heran, kok suami mbak Sekar tidak bersyukur. Punya istri secantik dan sebaik mbak … Sangat disayangkan!”
Sekar hanya tersenyum simpul.

“Oh, ya. Berapa?” Sekar beranjak.
“Mau kemana, mbak? Sudah dibayar, kok.” Kata Rudi.
“Dibayar? Siapa yang bayar?” Sekar heran.
“Mas Galang.” Jawab Rudi sambil tersenyum mengoda.
“Galang? Kok bisa-bisanya dia yang bayar?” Sekar makin heran.
“Ya, bisa saja. Sudahlah! Uangnya disimpan saja.” Kata Rudi.
“Oh, begitu?” Sekar duduk kembali.

Pikiran Sekar menerawang jauh. Dia tak habis pikir. Bisa-bisanya Galang yang bayar? Berarti Niken menceritakan semua ini?

Sementara itu, Rudi menatap wajah Sekar lekat-lekat. Diam-diam Rudi menganggumi kecantikan Sekar. Namun dia tidak berniat memilikinya. Dia hanya ingin membuat Sekar bahagia. Dan untuk saat ini, yang membuat Sekar bahagia adalah bisa lepas dari suaminya. Rudi berjanji dalam hati. Entah bagaimana caranya, dia pasti menemukan cara.

Pasti itu.

Rudi tidak heran jika Galang sampai sekarang masih mencintai Sekar. Apalagi Galang mengetahui ketidakharmonisan perkawinan Sekar.

Chapter 7 : Terjebak di Ketiak Casanova

Chapter 9 : Terjebak di Ketiak Casanova

Editor : Abu Khaeri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cerita Bersambung

Chapter 7 : Terjebak di Ketiak Casanova

Rangga Sasana

Ancam Deddy Corbuzier, Siapa Rangga Sasana Petinggi Sunda Empire?