Cerita Bersambung
Cerita Bersambung

Chapter 4 : Terjebak di Ketiak Casanova

Sekar berniat menyelidiki perempuan yang bernama Indah. Hari itu hari Minggu. Namun tidak ada kata libur bagi pemilik toko ‘sembako”.

Terkesan tidak sengaja, dari kulakan mampir ke rumah Rini. Teman akrabnya yang jadi guru dan kebetulan mengajar satu sekolah bersama Wildan. Dari Rini, Sekar mendapatkan keterangan mengenai Indah. Guru wiyata bakti yang baru tiga bulan magang di sekolahnya. Dari Rini pula Sekar mendapatkan ancer-ancer rumah Indah. Untuk sementara Sekar belum berniat menemui Indah.

Sekar menjaga toko sambil mendengarkan musik nostalgia dari hpnya. Lagu terhenti sesaat. Itu tandanya ada WA masuk. Ternyata dari Rini. Dia mengirimkan screenshot status Indah.

“Mengapa kita harus jumpa disaat kita sudah memiliki pasangan hidup. Seandainya…”

Apakah tulisan ini ditujukan pada suaminya? Terlepas siapa yang dimaksud dalam status itu, yang jelas Indah bukan perempuan baik-baik.

Sekar merenung.

Beberapa hari kemudian, Sekar mendapat WA dari Rini lagi. Screnshot status Indah lagi. Foto Indah bersama teman-teman guru, salah satunya Wildan. Indah duduk berhimpitan satu kursi bersama Wildan?

Malam hari saat Wildan sedang santai sambil menonton TV, Sekar duduk di sebelahnya.
“Mas, aku mau tanya. Ada hubungan apa antara kamu dan Indah?” Tanya Sekar hati-hati.
“Indah, siapa?” Wildan tampak kaget.
“Indah, guru wiyata bakti di sekolahmu.”
“Kok kamu kenal Indah?” Wildan makin kaget.
“Ya, tahu. Kan aku sering dengar kamu menyebut nama Indah saat asyik main Whatsapp,” jawab Sekar dengan santainya.
“Kapan?”
“Kemarin, kemarinnya lagi, kemarinnya lagi, sering, kok!” Kata Sekar.

Wildan tampak salah tingkah, “Dia hanya teman biasa.”
“Oh! Teman biasa? Kok fotonya satu kursi berdua, ya?” Kata Sekar lagi.
“Sebenarnya, arah pembicaraan kamu itu kemana?” Wildan tampak bingung.
“Ke titik permasalahan. Aku hanya ingin tahu, ada hubungan apa antara kamu dengan Indah. Hanya itu, kok.” Nada bicara Sekar masih santai

Wildan hanya diam, bingung mencari jawaban.
“Yang aku lihat selama ini, kamu seakan memamerkan percakapan atau WA dengan perempuan-perempuan lain. Kenapa saat kutanya, seperti kebingungan?”
“Oh, ya?” Wildan kaget.

BACA juga :  Baca Novel Online : Hendrik & Lisa Bab 2

“Aku harap, kamu masih menghargai perkawinan kita.” Kata Sekar.
“Aku masih menghargai perkawinan kita.” Jawab Wildan santai
“Kalau masih menghargai perkawinan kita, berarti tidak menjalin hubungan dengan perempuan lain,” kata Sekar dengan santainya.
“Yang penting aku masih tetap suamimu!”

Sekar hanya tersenyum tipis, “Sebagai suami sebaiknya menjaga perasaan istrinya.”
“Kamunya saja yang terlalu sensitif. Gampang curiga,” kata Wildan sambil menjibir.
“Jadi, maksudnya?” Tanya Sekar bingung.
“Maksudnya, hubunganku dengan Indah hanya hubungan teman biasa.Teman kerja. Kamu terlalu gampang curiga”
“Kalau hanya teman biasa, kenapa tiap malam selalu chatting dengan bahasa yang mesra?”
“Kapan? Nggak pernah aku mesra mesraan dengan Indah.” Kata Wildan kaget.
“Satu minggu belakangan ini. Tanpa sengaja aku membaca WA kamu dengan Indah, selalu mesra,” kata Sekar.
“Lancang sekali kamu! Kamu membuka hpku?”
“Aku hanya ingin tahu. Apa benar kabar yang kudengar, kalau kamu punya hubungan istimewa dengan Indah,” kata Sekar.

“Lalu bagaimana pendapat kamu?”Tanya Wildan.
“Kupikir kamu sudah tahu jawabannya.” Kata Sekar.
“Memang. Ya begitulah. Itulah resiko punya suami ganteng. Banyak perempuan cantik yang menginginkannya,” kata Wildan sambil tersenyum bangga.
“Kamunya saja yang playboy.”
“Ya, nggak apa-apa. Selama masih ada perempuan yang suka padaku. Yang penting aku masih suamimu,” kata Wildan santai.
“Aku tidak akan mempertahankan suami yang tidak setia!” Kata Sekar sambil melangkah pergi.

Wildan tertegun.

Sekar masuk toko. Duduk termenung sambil mengucapkan ‘Istighfar’ berkali-kali. Hatinya terasa sakit. Dadanya sesak. Matanya berkaca-kaca.

Tapi Sekar langsung bangkit. Untuk apa aku sedih dan sakit hati karena dia?

Untuk apa?

Seberapa besar harganya?

Dia tidak layak untuk dipikirkan.

Sangat tidak layak!

Sekar berdiri, mengambil jajan dari tokonya dan makan secara berlahan.
“Permisi mbak Sekar, mau beli gula sekilo.”

BACA juga :  Baca Novel Online : Hendrik & Lisa Bab 1

Tampak seorang ibu muda berdiri di depan toko.

Eee, mbak Ida. Iya sebentar. Gula sekilo.” Kata Sekar sambil mengambilkan gula pasir.
“Kopi pahit yang ukuran besar mbak, biar awet. Sama deterjen 4 sachet. Aku perhatikan dari tadi, mbak Sekar kok kelihatan sedih. Kenapa mbak?” Tanya Ida sambil memperhatikan raut muka Sekar.
“Nggak apa-apa mbak. Cuma kurang enak badan.” Kata Sekar sambil mengambilkan kopi dan deterjen.
Ida menghela napas panjang, “Mbak Sekar orangnya pendiam, ya? Tapi nggak ada salahnya kalau mbak punya teman untuk curhat. Bukan berarti ngerumpi lho, tapi curhat. Siapa tahu dia bisa memberi solusi atas masalah mbak.”

“Masalah apa ya mbak Ida. Perasaan aku nggak ada masalah.” Kata Sekar buru-buru.
“Bagus kalau mbak Sekar merasa nggak punya masalah. Tapi sifat tukmis mas Wildan sudah menjadi rahasia umum. Maaf kalau aku lancang. Sudah mbak dihitung. Semua berapa?” Kata Ida sambil menerima kopi dan deterjen.

“Gula sekilo empat belas ribu, kopi lima ribu, sembilan belas ribu ditambah deterjen empat ribu, berarti total dua puluh tiga ribu.”

Sekar memasukan belanjaan Ida ke dalam tas kresek.

“Makasih ya, Mbak! Maaf kalau aku lancang. Cuma aku melihat mbak Sekar selalu diam. Takutnya malah makan hati, ” kata Ida sambil menyodorkan uang dan menerima tas kresek tersebut.
“Iya, Mbak! Sama sama. Makasih atas sarannya, lho!” Sekar menerima uang tersebut sambil tersenyum.
“Mari mbak Sekar. Permisi!” Ida melangkah pergi.
“Mari, makasih mbak!”

Sepeninggal Ida renungan Sekar berlanjut.

“Mungkin ada benarnya. Aku harus punya teman curhat. Tapi tidak harus juga. Teman curhat bukannya memberi solusi malah menyiarkan masalahku ke khalayak ramai. Terlepas ada teman curhat atau tidak, aku harus membuat keputusan.” Kata Sekar sambil mengambil buku yang tergeletak diatas estalase.

Chapter 3 : Terjebak di Ketiak Casanova

Chapter 5 : Terjebak di Ketiak Casanova

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rapsodi JKT48 Lirik

Download MP3 & Lirik Lagu Rapsodi JKT48

Dengarkan Dia Teman sampai Surga

Lirik Lagu Dengarkan Dia – Teman Sampai Surga OST