Cerita Bersambung
Cerita Bersambung

Chapter 12 : Terjebak di Ketiak Casanova

“Ayah mau kemana?” Tanya Adit bingung.

“Ayah ada tugas di luar kota. Jadi akan menginap disana.” Buru-buru Sekar menjawab pertanyaan anak semata wayangnya.
“Betul! Mau naik pangkat. Jadi kuliah lagi.” Timpal Laras.
“Oh, begitu? Selamat ya, Ayah!” Kata Adit sambil tersenyum ceria.
Wildan hanya mengangguk pelan sambil berjalan keluar. Adit lari ke toko untuk mengambil cemilan.
Akhirnya Wildan pergi disertai tatapan hampa Sekar.

“Kamu bisa melaporkan kelakuan Wildan. Biar dia dipecat.” Kata Laras geram.
Nggak usah, Bu. Kasihan. Nanti dia nggak punya pekerjaan.” Jawab Sekar.
“Kamu masih kasihan padanya setelah apa yang dia lakukan padamu?” Tanya Laras.
“Seandainya dia dipecat, apa untungnya buat saya, Bu. Jadi buat apa kulakukan?”
Laras geleng-geleng kepala.

Wildan bermaksud tinggal bersama Lilik. Namun karena Lilik tinggal di rumah yang dibangun di tanah mertua, maka tak mungkin itu dilakukan. Justru Lilik akan pergi dari rumah itu. Pergi bersama Wildan dan putri semata wayang Lilik yang masih duduk di kelas 1 SD. Bagi Lilik, mengontrak juga tak apa-apa. Yang penting pergi dari rumah itu. Kurang nyaman kalau sudah menikah, tapi masih tinggal di tanah bekas mertua. Wildan bingung. Dia belum mempersiapkan segalanya. Semua itu dilakukan tanpa dipikirkan matang-matang.

Hari sudah malam. Kalaupun mencari kontrakan, apa bisa?

Tidak ada pilihan lain.

Akhirnya Wildan mengajak Lilik untuk tinggal di rumah orang tuanya. Condro dan istrinya heran.
“Siapa perempuan ini, Wildan?” Tanya Condro bingung.
“Dia Lilik. Istriku.” Jawab Wildan ragu-ragu.
Lilik berdiri, bermaksud untuk salim dengan kedua orang tua Wildan. Tapi mereka mengacuhkannya, membiarkan tangan yang sudah terulur menggatung di udara. Lilik menurunkan tangannya dan duduk kembali.

“Istri? Lalu bagaimana dengan Sekar?” Tanya Sundari, ibu Wildan.
“Kami cuma menikah siri, Pak, Bu. Jadi status Sekar masih tetap sebagai istri sahku.”
“Sekar mengijinkan kamu menikah lagi?” Tanya Condro.
Wildan mengeleng pelan.

“KETERLALUAN, KAMU!” Pekik Sundari.
“Bikin malu bapakmu. Bapak menikahkanmu dengan Sekar dengan harapan agar antara bapak dan Pak Seno terjalin hubungan keluarga. Kalau begini caranya. Bukannya jadi keluarga tapi malah jadi musuh!” Condro terlihat sangat kecewa.
“Kupikir cukup bapakmu saja yang membuat ibu sakit hati. Ternyata kamu juga melakukan hal yang sama pada istrimu.” Sundari geleng-geleng kepala, sangat kecewa.
“Bu! Pak! Terus bagaimana dengan dia? Bolehkah kami tidur disini?” Tanya Wildan ragu-ragu.
“Terserah! Ibu sudah nggak perduli sama kamu!” Jawab Sundari sambil melangkah ke ruang tengah.
“Hanya malam ini. Besok pagi harus pergi dari sini.” Kata Condro dan menyusul Sundari.

BACA juga :  Baca Novel Online : Hendrik & Lisa Bab 2

Condro sangat kecewa dengan perlakuan Wildan. Sama sekali tak terpikir kalau putranya akan melakukan hal yang sama dengan dirinya.

Memang… ‘Kacang ora ninggal lanjaran’

Pagi menjelang siang. Condro dan Sundari sudah duduk di ruang tamu rumah Sekar. Mereka ingin tahu duduk permasalahan perkawinan Wildan.

Kenapa Wildan menikah lagi.

Mereka ingin tahu akar permasalahan dari pihak Wildan sendiri dan dari pihak Sekar.
Laras dan Sekar menemui mereka. Akrab. Sekar menyuguhkan minum dan cemilan.

“Sebelumnya aku minta maaf yang sedalam-dalamnya pada mbak Laras juga Sekar.” Kata Condro.
“Sama, Mas Condro. Kami berdua juga minta maaf. Apalagi aku selaku orang tua nggak bisa menjaga amanah. Pengennya mereka hidup rukun sampai nini-nini dan aki-aki. Tapi kok begini jadinya… Wildan menikah lagi.”Kata Laras dengan wajah sedih.
“Apa mungkin kalian berdua sudah nggak ada kecocokan?” Tanya Condro.
“Kami nggak pernah bertengkar kok, Pak.” Jawab Sekar spontan.
“Iya. Tapi, ya, itu. Wildan hobi koleksi…” Kata Laras sambil tersenyum pahit.
“Maksud mbak Laras, hobi koleksi apa?” Tanya Condro penasaran.
“Koleksi perempuan-perempuan cantik.” Jawab Laras lagi.
Sundari geleng-geleng kepala.

“Ternyata kelakuanmu menular ke anakmu, Pak! Sama persis!” Kata Sundari sambil menatap tajam Condro.
“Oh! Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya?” Laras langsung menutup mulutnya dengan telapak tangan.
Sekar tertawa geli. Condro terlihat salah tingkah.
“Aku telpon Wildan dulu. Dia harus kesini sekarang juga.” Kata Condro sambil membuka hpnya.

Setengah jam kemudian,Wildan muncul dengan wajah lesu.Condro menyuruh Wildan duduk di sebelahnya.
“Apa salah Sekar sehingga kamu menikah lagi?” Tanya Condro, emosi.
“Nggak salah apa-apa, Pak. Lilik yang memaksaku untuk menikahinya.” Jawab Wildan.
“Lilik memaksamu menikahi karena kamu sudah memacarinya! Kalau kalian hanya temen deket, nggak mungkin tiba-tiba dia minta dinikahi!” Bentak Sundari.

BACA juga :  Novel Online : I'm Not Virgin (Chapter 11)

Wildan kebingungan.

Sekar dan Laras hanya saling pandang dan angkat bahu.

“Sekarang juga Bapak minta kamu tinggalkan Lilik dan kembali pada Sekar.” Kata Condro tegas.
“Iya, Pak. Akan aku lakukan.” Wildan tampak segan.
“Hari ini juga! Jangan tunggu besok-besok.” Kata Condro lagi.
Wildan mengangguk.

“Maaf, Mas Condro! Maaf. Kalaupun Wildan sudah meninggalkan Lilik dia nggak bisa segampang itu kembali kesini.” Kata Laras.
Condro dan Wildan saling pandang.
“Betul! Aku juga udah nggak sudi memerima dia lagi.”Kata Sekar.
“Nah! Sekar terlalu sering disakiti. Dan ini untuk yang terakhir kali.”Kata Laras.
“Aduh, Mbak Laras, Sekar! Maafkan anakku, ya! Maafkan dia. Dia khilaf.” Kata Condro terdengar memelas.

Laras dan Sekar hanya saling pandang.

“Iya, Mbak Laras… Sekar… Berilah kesempatan kedua untuk Wildan.” Kata Sundari.
“Wildan! Kamu harus berjanji untuk meninggalkan perempuan itu dan kembali pada Sekar!”Condro terdengar emosi.
“Iya, Pak! Aku berjanji untuk meninggalkan Lilik dan kembali pada Sekar.” Kata Wildan sambil menunduk.
“Oh, Nggak segampang itu.” Kata Laras sambil mengipaskan tangannya.
“Meninggalkan Lilik. Tapi masih dengan perempuan yang lain lagi?” Kata Sekar terdengar santai.
“Perempuan yang lain lagi?” Tanya Sundari kaget.
“Seperti yang tadi aku bilang, Mbak Sundari. Wildan itu hobi koleksi perempuan.”

Condro dan Sundari saling pandang, lalu mereka menatap tajam ke Wildan.

Laras dan Sekar hanya saling pandang dan angkat bahu. Lagi.

Karena permohonan Condro dan Sundari itulah, akhirnya Laras dan Sekar mau menerima kehadiran Wildan kembali. Walau sebenarnya mereka tahu, Wildan tak mungkin meninggalkan kebiasaan buruknya itu.

Dan…

Tebakan mereka tepat seratus persen BENAR.

Wildan memang tidak meninggalkan Lilik. Dia memutuskan mengontrak untuk ditempati bersama Lilik.Untuk sementara, Wildan bersandiwara seolah-olah sudah tidak ada hubungan dengan Lilik. Itu dilakukan untuk menutupi kelakuannya dari kedua orang tuanya. Karena semenjak itu kedua orang tuanya sering berkunjung ke rumah Sekar, bila ingin bertemu Wildan.

Namun benarkah Sekar menerima kehadiran Wildan kembali?

Chapter 11 : Terjebak di Ketiak Casanova

Chapter 13 : Terjebak di Ketiak Casanova

Editor : Abu Khaeri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Perlahan GuyonWaton

Lirik Lagu Perlahan GuyonWaton

Shin Tae Yong

Pulang TC, Shin Dan Gong Dipercaya Bawa Perubahan Bagi Timnas Indonesia!