Cerita Bersambung
Cerita Bersambung

Chapter 10 : Terjebak di Ketiak Casanova

Galang ingin memastikan, apakah Sekar mau bercerai dengan suaminya atau tidak.

Itulah tujuan utama Galang mengajak Sekar makan-makan. Tapi, ternyata Sekar tidak berminat membicarakan itu. Mau tidak mau Galang harus mengikuti keinginan Sekar. Paling tidak kalau sudah tahu Sekar akan bercerai, Galang tinggal memastikan apakah Sekar bersedia bila menjadi istrinya.

Ah! Belum juga dapat kepastian, sesal Galang.

Galang memperhatikan Sekar yang sedang makan. Merasa diperhatikan, Sekar jadi salah tingkah, hampir tersedak.
“Pelan-pelan Sekar.” Kata Galang lembut.
“Aku pelan pelan kok. Kamunya aja yang nggak ikhlas.” Kata Sekar dengan senyum mengoda.
Eeee! Coba bilang sekali lagi!” Kata Galang sambil menarik hidung Sekar.
Idiilah!” Sekar menarik wajahnya menjauh dari Galang.
Galang hanya tertawa sambil berusaha menyentuh hidung Sekar lagi.

Apaan, sih?” Sekar menepis tangan Galang.
“Itu hidung biar mancung, makanya aku tarik.”Kata Galang.
“Ya, nggak bakalan. Kecuali disuntik silikon.” Kata Sekar lagi.
“Ya palsu jadinya. Kalau ditarik kan masih asli.”

Mereka terlihat begitu akrab. Seperti pasangan suami istri. Sama-sama merasa nyaman.

Tapi pantaskah?

Rasa nyaman muncul dari hati tanpa dorongan dari siapa atau apapun. Muncul dengan sendirinya. Mereka berdua menyadari ada kecocokan. Tapi mereka juga menyadari tidak mungkin untuk saling memiliki. Cinta yang datang terlambat.

Pulang dari restoran, Galang mengajak Sekar ke toko batik untuk beli sarimbit. Alasannya untuk dirinya dan istrinya. Sekar diminta memilihkan.

“Kok aku yang milih? Aku kan nggak tahu selera istrimu.” Sekar protes.
“Aku tahu selera kamu tinggi. Istriku pasti suka. Pokoknya pilih yang kamu suka!” Kata Galang menyakinkan.
“Kenapa nggak kamu ajak dia aja? Biar milih sendiri.” Sekar protes lagi.
“Aku pinginnya kamu yang milih. Selera kamu dan aku sama.” Jawab Galang sambil menggandeng tangan Sekar menuju gamis yang terpasang berjajar.
“Yang perempuan gamis saja. Biar anggun.” Kata Galang.
“Apaan, sih? Main gandeng-gandeng segala?” Sekar menarik tangannya.
“Biar kamu nggak kabur,” Kata Galang sambil tertawa, “Udah cepetan dipilih yang bagus!”
“Oke. Aku pilihkan. Biar kita cepet pulang.” Kata Sekar sambil melihat-lihat.

Galang cuma nyengir sambil mengekor Sekar. Setelah cukup lama memilih, akhirnya Sekar mendapatkan sarimbit yang dicarinya. Biru langit. Pertama kali melihat gamis itu Sekar langsung jatuh cinta.

“Warnanya bagus banget. Sekali lihat aku langsung jatuh cinta. Semoga istrimu juga suka.” Kata Sekar sambil menyodorkan gamis itu ke depan Galang.
“Iya! Bagus sekali. Aku juga langsung suka. Istriku pasti suka juga. Tinggal kita tanya pasangannya ada, nggak?” Kata Galang sambil tersenyum.

BACA juga :  Baca Novel Online : I'm Not Virgin (Chapter 12)

Kasir segera mencari pasangannya. Dan ada. Cukup di tubuh Galang.
“Ya udah. Cepet dibayar dan kita pulang. Jangan lupa. Antar aku ke rumah Niken!” Sekar tak sabar.
“Oke, Bos!” Jawab Galang ceria.

Galang meminta pada pemilik toko agar sarimbit itu dibungkus sendiri-sendiri. Bagi Sekar itu terasa aneh. Tapi Sekar tidak ambil pusing. Yang diinginkan agar cepat-cepat sampai rumah.
Akhirnya mereka sampai di depan rumah Niken.

“Oke! Dah sampai. Aku turun, ya. Makasih atas semuanya.” Kata Sekar sambil membuka pintu mobil.
“Tunggu sebentar.” Galang menarik tubuh Sekar lembut hingga jarak beberapa inci.
Galang menatap Sekar lembut dan mengecup keningnya. Sekar hanya bengong. Tidak tahu harus berbuat apa.
“Ini buat kamu.” Galang menyodorkan salah satu bungkusan sarimbitnya.
“Kok, buat aku?” Sekar bingung.
“Iya! Gamis ini buat kamu. Aku ingin suatu saat nanti kita akan memakai sarimbit ini.” Kata Galang sambil mengusap kepala Sekar.
“Bukannya ini buat istrimu?” Sekar mengembalikan bungkusan itu.
Galang mengeleng, “Buat kamu.”
Galang memberikan gamis itu kembali. Sekar bingung.
“Kamulah calon istriku.”
“Aku benar-benar nggak mengerti.” Sekar makin bingung.
“Ya sudah. Silahkan turun. Itu sudah ditunggu Niken. Ini gamisnya dibawa ya. Simpan! Suatu saat nanti kita akan memakainya.”

Hoee! Ngobrol apa aja, sih? Lama banget!” Teriak Niken dari depan pintu mobil.
“Ya udah. Aku turun dulu. Makasih.” Jawab Sekar sambil menenteng gamis tersebut.
“Makasih, Niken! Antar Sekar sampai rumahnya, ya?” Kata Galang pada Niken.
“Oke, tenang saja!” Jawab Niken sambil mengedipkan mata.

Sekar turun dari mobil sambil melambaikan tangan pada Galang. Galang membalas lambaian tangan itu sambil tersenyum bahagia.

Sekar mengutarakan kebingungannya. Karena Galang beli sarimbit untuknya. Ternyata Niken tidak kaget. Dia mengaku sudah tahu semua rencana Galang. Bahkan Niken sangat mendukung. Niken ingin Sekar bisa menjadi istri Galang. Gantian Sekar yang bingung. Apa yang direncanakan Niken dan Galang?

Sampai rumah, Sekar masih memikirkan gamis sarimbit itu. Dia ambil gamis itu dan langsung dicoba. Berputar putar didepan cermin. Sangat pas di tubuhnya. Sekar terlihat sangat anggun. Sekar senyum-senyum sendiri.Membayangkan bagaimana tadi Galang memperlakukan dirinya.

Begitu lembutnya…, begitu perhatian…, membuat hatinya melambung tinggi. Sangat jauh dengan Wildan.

Sangat jauh…

Bertolak belakang.

Selama menjadi istrinya, Wildan belum pernah membelikan sesuatu. Jangankan memberi hadiah. Uang untuk makan saja tidak pernah. Sekar jadi terbayang-bayang wajah Galang. Kalau dbandingkan, lebih tampan Galang. Dia tinggi atlentis, kulit sawo matang, senyumnya menawan. Alisnya tebal.

BACA juga :  Baca Novel Online : Hendrik & Lisa Bab 2

Wildan?

Lebih kurusan dibandingkan Galang. Wajah imut, malah terkesan seperti perempuan. Kurang jantan. Mungkin wajah imut itulah yang membuat banyak perempuan tergila-gila. Apalagi didukung kulit putih bersih.

Sekar menghela napas panjang. Tiba-tiba dadanya terasa sesak. Sesak mengingat perlakuan Wildan selama ini. Perlakukan dan ucapan yang selalu menyakitkan hati. Sekar melepas gamisnya dan melipat lagi.

“Aku sangat suka dengan gamis ini. Benar-benar suka.” Sekar tersenyum sambil memeluk gamis itu.
“Aku juga mulai menyukai yang membelikan. Kupikir Galang memang tulus.Tapi… Bagaimana dengan istrinya?” Sekar bicara sendiri.

Tiba-tiba pintu kamar terbuka. Wildan masuk.
“Kok senyum-senyum sendiri. Kenapa?” Tanya Wildan.
“Perasaan aku nggak senyum-senyum sendiri. Mana?” Tanya Sekar bingung.
Nggak sadar kamu?” Kata Wildan sambil naik ke ranjang dan tidur-tiduran sambil memegang hp.
Sekar cuek. Dia keluar kamar sambil membawa gamisnya. Wildan mengejar keluar.

“Aku cuma mau bilang sama kamu. Besok aku mau menikah.” Kata Wildan.
“Sama siapa? Sama Lilik?” Tanya Sekar kaget.
“Iya. Tadi Lilik mendesak lagi. Pingin secepatnya nikah denganku.” Jawab Wildan santai.
“Dan kamu bersedia?” Tanya Sekar heran.
“Tentu saja! Kamu mengijinkan?” Tanya Wildan.
“Tentu! Dengan satu syarat. Seperti yang kemarin aku katakan.” Jawab Sekar.
“Sudah kubilang, aku nggak akan menceraikan kamu.” Jawab Wildan
“Berarti aku nggak mengijinkan.” Jawab Sekar
“Nikah siri! Jadi ada atau nggak ada ijin kamu. Tetap bisa dilaksanakan.” Kata Wildan sambil masuk kamar lagi.
“Kalau kamu nikah dengan Lili. Lalu bagaimana dengan Indah dan Intan?” Tanya Sekar.
“Hubunganku dengan Indah sudah lama bubar.” Kata Wildan keluar kamar lagi.
“Oh, begitu? Lalu Intan yang guru TK? Bagaimana?” Tanya Sekar lagi.
“Intan sudah lama aku putuskan.” Jawan Wildan.
Wouw! Hebat sekali kamu. Laris! Sekarang sama Lilik?”
“Dia menuntut aku untuk menikahinya.”
“Kapan kamu kenal dengannya?” Sekar kaget.
“Baru tiga bulan. Dia janda kembang.” Kata Wildan sambil tersenyum bangga.
“Oh! Janda kembang. Kasihan sekali dia.” Kata Sekar mencemooh.
“Apa maksudmu?” Wildan tersinggung.
“Iya! Masuk perangkap Serigala berbulu domba.” Kata Sekar.

Wildan tampak sangat tersinggung. Dia akan bicara lagi namun tak jadi karena tiba-tiba Laras, ibu Sekar sudah ada di dekat mereka.

“WILDAN! KAMU KETERLALUAN!” Teriak Laras.

Chapter 9 : Terjebak di Ketiak Casanova

Chapter 11 : Terjebak di Ketiak Casanova

Editor : Abu Khaeri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jepang

Ini Dia 5 Mitos Di Jepang Yang Jarang Diketahui Orang!

jes no limit

Bertemu Gamer Disabilitas Jes No Limit Banjir Pujian! Kenapa?