Bupati Jadi Tersangka, Ini Reaksi Pemkab Indramayu!

Bupati Indramayu Tersangka

Bupati Indramayu, Supendi telah resmi ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kasus suap proyek Dinas PUPR. Supendi mendapatkan kucuran dana dari pihak swasta untuk dapat melancarkan apa yang ingin mereka lakukan. Karena Bupatinya ditahan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu tak tinggal diam.

Pemerintah setempat mengaku telah melakukan persiapan-persiapan dalam langkah hukum untuk membantu Bupati Indramayu tersebut. Wakil Bupati Indramayu, Taufik mengatakan bahwa pemerintah dan keluarga sudah melakukan upaya bantuan hukum sampai proses pengadilan berlangsung.

“Tentunya pemerintah dan keluarga melakukan upaya-upaya bantuan hukum hingga proses selesai, sampai dengan ada keputusan pengadilan,” ungkap Taufik pada Rabu (16/10/2019) dilansir dari Detik.com.

Wakil Bupati yang dilantik pada Februari lalu itu menyebutkan bahwa pihaknya akan terus memantau hasil penyidikan sang Bupati Indramayu itu. Taufik juga menyebutkan bahwa dirinya kana mencari penasihat hukum, baik untuk Supendi maupun untuk pejabat lainnya yang ikut terjerat kasus korupsi ini.

Terjerat Korupsi

Diberitakan sebelumnya bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah resmi menetapkan Bupati Indramayu, Supendi sebagai tersangka dalam kasus suap dengan proyek di Dinas PUPR. Bupati Indramayu yang baru dilantika pada Februari lalu itu diduga menerima suap untuk memuluskan pihak Swasta mengerjakan proyek tersebut.

Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan dalam konferensi Pers di kantornya mengatakan bahwa KPK telah menetapkan 4 orang tersangka dalam kasus ini, termasuk Bupati Indramayu, Supendi.

BACA juga :  Jokowi Tolak Empat Poin RUU KPK, Menguatkan atau Malah Melemahkan KPK?

“Sejalan dengan peningkatan status penanganan perkara ke penyidikan, KPK menetapkan 4 orang tersangka,” kata Basaria Selasa (15/10/2019) malam dilansir dari detik.com.

Selain Supendi, ketiga tersangka lain yang telah ditetapkan oleh KPK dalam kasus dengan proyek Dinas PUPR ini adalah Omarsyah (Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu), Wempy Triyono (Kepala Bidang Jalan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu) dan Carsa (Perusahaan Swasta).

Supendi, Omarsyah, serta Wempy diduga menerima jumlah uang yang berbeda beda dari Carsa, pihak swasta yang menyuap ketiga orang tadi. Aliran dana tersebut diduga berkaitan dengan 7 proyek di Dinas PUPR yang nilainya dikisaran Rp 15 Miliar.

No Comments
Post a comment