Cara Mencapai Sukses
Cara Mencapai Sukses

Bagaimana Cara Mencapai Sukses Tanpa Stress

Ada sebuah pandangan umum dalam masyarakat bahwa untuk mencapai sukses dibutuhkan tekanan, stress?

Pandangan tersebut sangat menyesatkan dan boleh dikatakan sebuah kesalahan konsep berpikir. Orang yang berpandangan seperti itu menganggap bahwa stress atau membuat orang lain tertekan dibutuhkan untuk menyelesaikan sesuatu.

Mengapa?

Rasa takut dimanfaatkan dan digunakan sebagai pendorong. Namun seharusnya kita sadari, jika demikian kondisinya maka akan berakhir dengan habisnya tenaga dan akan menimbulkan penyakit fisik. Pikiran yang stress adalah pikiran yang marah dan menakutkan. Jika dipelihara akan menimbulkan penyakit, bolos kerja, kinerja buruk dan terputusnya hubungan dengan orang lain.

Ilmu kedokteran modern telah membuktikan pikiran yang tegang mengakibatkan rasa kaku pada otot dan sakit kepala, rasa cemas akan merusak pencernaan, rasa takut akan meningkatkan kerja jantung, membuatnya letih serta memicu produksi adrenalin yang berlebihan. Sementara rasa marah adalah penyebab utama penyakit kanker.

Dalam jangka pendek, stress dan rasa takut kelihatannya efektif, menghasilkan adrenalin dan mampu membereskan masalah dengan cepat dan efisien, namun dalam jangka panjang hal itu akan mengakibatkan habisnya tenaga.

Adakah stress yang positif?

Bukankah stress adalah perasaan alamiah?

Bagi para pecandu adrenalin mungkin, atau bagi orang-orang yang meyakini bahwa sikap melawan atau mengusir orang lain atau situasi tertentu sudah tertanam dalam jiwa manusia sejak jaman manusia purba.

Kini saatnya kita mereduksi cara berpikir kita.

Tidak ada yang tertanam dalam jiwa kita secara alamiah, segala sesuatunya kita peroleh melalui sikap belajar.

Dalam kehidupan, kita memang bisa melawan atau menghindar namun kita juga mempunyai banyak pilihan lain. Anda bisa berdiam diri, tersenyum, berbaring, menyanyi atau bahkan menari. Namun kadang-kadang pilihan tersebut tak terlihat saat anda dihadapkan pada situasi yang menantang. Hal ini karena kebiasaan kita sendiri. Kebiasaan yang telah kita terapkan sejak lama.

Kebiasaan tentang cara kita menciptakan rasa takut dan bereaksi terhadap rasa takut itu sendiri.

Rasa takutlah yang membuat kita tidak bisa melihat pilihan-pilihan di atas. Apalagi untuk menilai kekuatan dan kelemahan dari tiap-tiap pilihan dan membuat pilihan yang tepat.

Selama ini kita dididik bahwa rasa takut adalah hal yang normal dan alamiah. Hal ini membuat pandangan dan fokus kita hanya pada ancaman itu sendiri.

Rasa takut tidak memiliki efek yang positif sedikitpun pada kesehatan.

Kita bahkan tidak membutuhkan rasa takut saat bertemu dengan seekor harimau di tengah jalan.

Sebaliknya, kita membutuhkan ketenangan dan konsentrasi penuh seperti yang dimiliki oleh para atlet, kreativitas seorang seniman agar mampu bereaksi secara efektif.

Bukan harimau itu yang menciptakan ketakutan, tetapi pikiran kita sendiri tentang harimau yang melahirkan rasa takut.

Terapkanlah hal dalam kehidupan kita sehari-hari.

Siapa dan apa saja sosok harimau itu dalam kehidupan nyata kita. Ubah pandangan kita tentang mereka, karena hal itu tidak benar sama sekali.

Sudahlah!

Berhenti bermain “playing victim” dalam kehidupan sehari-hari. Karena nyatanya kita tidak pernah menjadi “korban” orang lain.

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Jadwal Liga 1 2019: Penyerang Persib Bandung Ingin Curi Tiga Poin Kontra Persija!!

Persib Bandung Ingin Lanjutkan Tren Positif Jelang Melawan Persija