Novel Online I'm Not Virgin

Baca Novel Online : I’m Not Virgin (Chapter 12)

Ayu masuk ke dalam kelasnya dan duduk di bangkunya. Dia menenggelamkan wajahnya di atas lipatan tangannya di meja. Rasanya hidup Ayu akan segera berakhir. Ayu tidak tahu harus bagaimana lagi, untuk mendapatkan uang itu. Walaupun teman-temannya membantu untuk mencari uang, dia meragukannya.

“Aku tidak yakin, mereka akan mendapatkannya. Mereka mendapatkan itu dengan rela menjual dirinya, sedangkan aku? Aku hanya diam, dan hasilku tak sebanding dengan mereka,” gumam Ayu.

Suasana kelas semakin ramai, apalagi sudah ada Angel dan Vanya si ratu heboh di kelas. Mereka masuk dan mendekati Ayu yang sedang duduk termenung di bangkunya. Vanya duduk di samping Ayu dan merangkul sahabatnya itu, begitu juga Angel.

“Pagi-pagi, jangan ngelamun,” ucap Vanya dengan mencubit pipi Ayu.

“Kenapa? Udah jangan pikirin, masalah uang Excel?”tanya Angel.

“Gue gak bisa dapat banyak Van, Njel,” ucap ayu.

“Sudah jangan pikirkan itu, kami dapat banyak kok. Iya kan, Njel?”tanya Vanya.

“Yes, kita dapat banyak, sudah jangan pikirkan itu,” ucap Angel.

“Maafin gue, kalian jadi seperti ini.” Ayu semakin terisak karena temannya sangat menyayangi dirinya.

“Itu semua gue lakukan, agar Lo tidak seperti kita, Yu. Gue tau Excel meminta lo melayaninya kalau tidak ada 250juta, iya, kan?”Vanya bertanya seperti itu, yang membuat Ayu mengernyitkan dahinya.

“Bagaimana lo tahu, Van?” tanya Ayu.

“Iya gue tahu, tadi Excel menemui kita saat kita akan berangkat, dia bilang seperti itu,” ucap Vanya.

“Dan kita, tidak mau kamu seperti kita. Lo harus jadi Ayu seutuhnya. Gue gak akan membiarkan lo sama seperti kita,” ucap Angel.

“Angel, Vanya…” Ayu memeluk sahabatnya yang benar-benar menyayanginya.

Selama ditinggal orang tuanya, hidup Ayu tidak baik-baik saja. Beruntung dia memiliki sahabat seperti Angel dan Vanya, yang sangat menyayangi dirinya.

Angel dan Vanya memang kehidupannya bebas. Merokok, minum minuman keras, dan seks bebas sudah menjadi bagian pokok dari hidupnya. Namun, mereka tidak mau jika Ayu terjerumus seperti dirinya dalam hal seks bebas. Mereka memperbolehkan Ayu ikut merokok, ikut minum, tapi jika ada lelaki hidung belang yang mendekati Ayu, mereka menjauhkannya.

Seperti saat ini, Ayu sedang di ancam oleh Excel. Angel dan Vanya rela melakukan apapun, asal ayu tidak jatuh kepelukan Excel, Pria tampan tapi berhati busuk. Bagaimana tidak busuk? Dia memakai wanita hanya untuk memuaskan nafsunya saja,dan setelah itu, dia membuangnya. Seperti itulah kehidupan Excel yang Angel dan Vanya tau.

“Van, Njel, apa bisa kita memenuhi uang Excel?” tanya Ayu dengan tatapan sendunya.

“Pasti bisa, sayang. Lo jangan khawatir, oke.” Angel mencoba menenangkan pikiran Ayu yang semakin kacau.

“Sudah, jangan dipikirkan lagi, lo harus fokus dengan olimpiade, Ayu,” sahut Faisal yang tiba-tiba berada di belakan Ayu.

“Kita bisa bantu Lo, Yu. Lo tenang aja, lo fokus sama olimpiade, oke,” imbuh Aldo.

“Thanks, lo emang sahabat gue. Gue gak tau kalau gak da lo semua.” Tangis Ayu pecah dipelukan sahabtanya yang menyayanginya.

^^^^^

Jam istirahat tiba, Ayu keluar dari kelas untuk ke perpustakaan. Tempat paling nyaman bagi Ayu saat sedang ada masalah adalah di bangku pojok perpustakaan.

Anjani, guru Fisika Ayu melihat Ayu yang sedang membolak-balikan buku yang ia ambil, tapi dia tidak membacanya. Ayu terlihat membolak-balikan bukunya saja tanpa membaca dan matanya terlihat menatap ke sudut dinding dengan tatapan kosong.

Anjani menghampiri murid kesayangannya itu, yang kemarin berhasil mendekatkan dirinya dengan Dion, guru matematika yang juga memiliki rasa dengan Ayu.

“Kamu melamun di pojokan perpustakaan, nanti kesambet, Ayu.” Anjani tiba-tiba berkata di depan Ayu, dia sedikit terjingkat mengetahui kedatangan Anjani di depannya.

“Ibu, mengagetkanku saja,” tukas Ayu.

“Lagian, kamu siang bolong gini melamun, ini perpustakaan banyak hantunya, nanti kamu kesambet,” tutur Anjani.

“Hmmm…paling hantunya sekelas Pak Indro,” ucap Ayu

“Kamu bisa saja.” Anjani memandangi wajah Ayu yang kelihatan memiliki masalah.

“Kamu ada masalah?” tanya Anjani.

“Hmmpp…hidup tak ada masalah namanya bukan hidup, Bu,” jawab Ayu.

“Seperti orang tua saja kamu, jawabnya,”

“Ibu ada-ada saja, tua tapi pikiran tidak dewasa banyak, Bu. Yang muda yang berpikiran dewasa juga banyak,” ujar Ayu.

“Iya, sih. Lalu kamu yang mana?” tanya Anjani

“Entahlah,” jawab Ayu.

“Cerita sama ibu, kalau kamu ada masalah,”

“Ayu tidak ada masalah, Bu,” ucap Ayu.

“Yakin?”

“Iya, yakin, Bu. Ayu hanya kangen dengan mendiang papah dan mamah, juga adik Ayu. Kalau mereka masih ada, mungkin Ayu tidak di sini,” ucap Ayu.

“Jangan seperti itu, ibu yakin kamu bisa bisa melewati ini semua. Berdo’alah, papah, mamah, dan adikmu sudah bahagia di surga,” tutur Anjani.

“Iya, Bu,”

Bell masuk berbunyi. Ayu berpamitan pada Anjani, untuk kembali ke kelasnya. Anjani masih duduk di kursinya, memikirkan apa yang Ayu sembunyikan. Dia tidak percaya kalau Ayu tidak ada masalah.

“Sebenarnya kenapa dia? Ada masalah apa? Tidak seperti biasanya Ayu seperti ini. Aku harus bertanya pada Angel dan Vanya,” gumam Anjani.

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Attention - Charlie Puth

Lirik Lagu Attention – Charlie Puth

Jadwal Acara Trans TV

Jadwal Trans TV Hari Ini Senin, 6 Juli 2020