Orang Tua Siswa yang Mendatangi Pihak Sekolah (sumber: suara.com)

Anak Didiknya Terseret Arus Sungai Sempor, Ini Kata Pembina SMP N 1 Turi!

Sleman – Para pembina yang melakukan pembinaan ketika pelaksaan kegiatan pramuka susur Sungai Sempor, Sleman akhirnya angkat bicara mengenai tragedi yang sampai berita ini diturunkan sudah menewaskan enam orang siswa.

Salah satu pembina sekaligus Guru SMP N 1 Turi, Riyanto mengatkan bahwa dirinya tidak mengikuti kegiatan susur sungai dengan para siswa.

Riyanto tetap berada di sekolah karena hujan sedang berlangsung.

Kendati demikian, Riyanto tidak pulang dari sekolah, maksud hati untuk menunggu kegiatan susur sungai Sempor selesai, dan kembali ke sekolah.

“Saya ikut membina, tapi enggak ikut susur sungai karena hujan, saya balik, saya nunggu di sini [sekolah]. Sebelum anak-anak pulang kan saya juga belum pulang,” ungkap Riyanto pada Jumat (21/2/2020) malam, dikutip tim Elipsir Media dari Suara.

Riyanto menjelaskan bahwa dirinya tidak tahu pasti jumlah siswa yang mengikuti kegiatan berujung maut tersebut.

Hal itu dirinya katakan lantaran tidak ada data dan catatan. Data tersebut hanya dipegang oleh Dewan Penggalang (DP).

“Ada [siswa] yang enggak berangkat [susur sungai]. Masing-masing DP punya dua regu, jumlahnya sekian. Ternyata saya belum nyatat yang berangkat. Ada di DP yang mencatat,” lanjut Riyanto.

Riyanto menegaskan untuk seluruh orang tua siswa untuk mendatangi ke sekolah untuk memastikan keadaan anak-anak mereka.

Para orang tua tersebut diharapkan segera melaporkan ke sekolah untuk dilakukan pendataan.

Sementara itu, ada beberapa anak yang mengikuti kegiatan dan selamat dari peristiwa naas itu datang ke sekolah untuk melapor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Louder Than Bombs - BTS

Lirik Lagu Louder Than Bombs – BTS

Guna Cari Korban Hilang, Tim SAR Keringkan Sungai Sempor!