Sastra Novel
Sastra Novel

A Novel : Demi Waktu (Bag 3)

Helva terus berjalan, melenggang seperti sang bulan menapaki orbitnya. Menapak di pematang sawah yang masih basah dan licin. Aku mempercepat langkah dan hampir tergelincir. Tanaman padi yang masih prematur, mungkin berusia sekitar 2 atau 3 minggu, hijau dan rapuh menjadi pemandangan yang sedap. Aku menatap sekeliling.

Indah nian.

Sawah-sawah dengan pembatas pematang seperti lukisan Afandi saat sedang tidak mood. Udara sore itu juga segar, sesegar es kelapa kopyor ketika disantap bulat-bulat. Dan bukan dikalengin. Di ujung sawah, pohon-pohon besar menjulang, angkuh. Teduh sekaligus angker.

Curug Kembar ada di dalam hutan yang dipenuhi dengan pohon-pohon besar itu.

Aku kian dekat dengan Helva. Di belakangnya persis. Kulihat tubuhnya. Proporsional. Dia menoleh ke belakang. Tersenyum. Cerah.

Namun langit di atas kami mulai kelabu. Awan-awan gelap tipis-tipis mulai berarak.

“Kamu tahu lokasinya?” tanyaku

“Iya, aku tahulah. Dan katanya bagus,” jawabnya.

“Katanya? Jadi kamu belum pernah kesitu?”

“Iya!”

Aku tertegun. Namun kemudian kami tertawa bareng. Renyah, seperti keripik singkong di minimarket yang kami santap tadi di perjalanan.

Kami sampai di ujung persawahan dan mulai memasuki hutan. Jalan setapak. Lebih licin dari pematang tadi dan lebih sepi. Hanya suara-suara angin dan sesekali burung mengkikik. Eh, bukan mengkikik ya, tapi bersiul.

Sebelah kanan kami pepohonan yang besar, lebat dan lembab. Sebelah kirinya tebing yang curam. Kami terus menapaki jalan itu. Terdengar suara air gemericik di tepi jalan setapak itu. Aku dan Helva tetap berjalan beriringan.

BACA juga :  Baca Novel Online : Hendrik & Lisa Bab 1

Pukul 16.00 WIB.

Hutan itu mulai gelap. Aku bertanya dalam hati, apa yang kami cari? Sambil sesekali memperhatikan sekeliling yang mencekam. Tidak ada satu manusiapun yang kami temui. Menurut Helva, lokasi curug itu masih jauh.

Duh! Tapi ini akan menjadi petualangan yang indah, batinku.

Tiba-tiba kami dikejutkan dengan suara-suara aneh yang terdengar di kejauhan. Seperti obrolan yang terdengar sayup-sayup.

Helva memandangku, aku meneliti wajahnya.

Dia ketakutan.

Suara itu semakin lama semakin jelas…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download MP3 & Lirik Lagu KATAKANLAH Yunita Ababil Covered by Lesti

Download MP3 & Lirik Lagu Terdiam Sepi Nazia Marwiana Covered By Via Vallen