5 Fakta tentang Kayu Bajakah yang Harus Kamu Ketahui, Sebelum Memburunya di Belantara Kalimantan

Kayu Bajakah
Kayu Bajakah dari Kalimantan. Sumber Foto: Twitter.com

Fakta tentang Kayu Bajakah yang fenomenal karena “terbukti” bisa menyembuhkan kanker stadium 4. Kayu Bajakah viral berawal dari keberhasilan tiga siswa SMA Negeri 2 Palangkaraya meraih Gold Award The Cancer Medicine from Nature dalam ajang World Invention Olympic (Wico) di Seoul, Korea Selatan, 25-27 Juli 2019. Bahkan meriah juara dunia untuk kategori Life Science.

Nah, apa saja fakta-fakta menarik tentang kayu yang awalnya tidak mau diungkap ke publik lantaran khawatir akan dieksploitasi secara liar ini, yuk simak!

1. Diujicobakan pada tikus

Dari penuturan salah satu siswa tersebut, Yazid, terungkap fakta bahwa ide awal membawa kayu bajakah ke pentas kompetisi sains tingkat internasional itu karena kisah nenek Yazid yang berhasil sembuh dari kanker berkat Kayu Bajakah dari Kalimantan itu.

Melihat khasiat kayu bajakah terhadap neneknya, Yazid berkeinginan untuk melakukan penelitian terhadap kayu itu. Pertama kali Yazid dan kedua temannya melakukan penelitian sederhana di sekolah. Setelah itu mulai digunakan sampel mahluk hidup, dua ekor tikus kecil. Hewan tersebut disuntik dengan zat pertumbuhan sel tumor atau kanker.

Sel tumor itu berkembang dalam tubuh tikus dengan munculnya benjolan-benjolan pada tubuh, dari ekor hingga kepala. Mereka kemudian memberikan obat penawar dua jenis. Yang pertama diberi bawang dayak dalam bentuk cairan dengan cara diminumkan, sedangkan yang kedua diberikan air rebusan kayu bajakah.

“Setelah memasuki hari ke 50, tikus yang diberikan air penawar dari bawang dayak mati, sementara tikus yang diberikan cairan kayu Bajakah, tetap sehat bahkan justru bisa berkembang biak,” ujar guru pembimbing SMA Negeri 2 Palangkaraya, Helita, Senin (12/8/2019).

2. Kaya antioksidan

Kayu bajakah yang semula sering dianggap mistis, ternyata memilik kandungan antioksidan yang berlimpah dan berfungsi sebagai obat antikanker. Peneliti dari Laboratorium Kimia Bahan Alam Pusat Penelitian Biologi LIPI Ahmad Fathoni mengungkapkan hal itu.

“Kandungan senyawa pada tumbuhan Bajakah adalah fenolik, steroid, tannin, alkaloid, saponin, terpenoid, hingga alkaloid. Senyawa aktif antioksidan yang berlimpah membuatnya mampu menjadi penawar radikal bebas,” ujar Fathoni dikutip elipsir.com dari Tempo, Rabu, 14 Agustus 2019.

3. Batangnya seperti sulur dan meneteskan air putih

Sekilas batang kayu bajakah sulit dibedakan dengan kayu lainnya. Batang kayu bajakah seperti tumbuhan sulur yang membelit dan menumpang pada tanaman lain. Diameternya tidak terlalu besar, cuma segenggaman tangan orang dewasa dan berwarna kecoklatan.

Untuk menemukan kayu bajakah cukup sulit karena bentuknya mirip dengan tanaman lain yang tumbuh di hutan. Batang pohon bajakah akan mengeluarkan air berwarna bening seperti air putih biasa namun terasa dingin jika terpotong. Air ini berkhasiat untuk kesehatan.

 


4. Sulit dibudidayakan

Menurut Helita, kayu bajakah akan sulit dibudidayakan karena butuh habitat lokasi yang rimbun dengan sinar matahari yang tidak begitu banyak dan di lahan gambut.

5. Obat antikanker yang ampuh

Walaupun sederet fakta tentang kayu bajakah ini terbukti mampu mengobati kanker, namun tetap diperlukan penelitian lebih lanjut.

“Diperlukan identifikasi lebih lanjut terkait nama ilmiah untuk keberlangsungan tetap terjaga dan diperlukan isolasi senyawa aktifnya agar lebih efektif digunakan sebagai obat antikanker,” jelas Fathoni. “Oleh karena itu, selain diperlukan studi lebih lanjut tumbuhan Bajakah sebagai obat antikanker agar aman, terjaga khasiat, dan berkualitas tinggi, juga diperlukan upaya bersama untuk tetap menjaga kelestariannya.”

https://youtu.be/ZfN4BOIwRio